Ratusan Pengungsi Korban Banjir Padarincang Sakit

SERANG, (KB).- Sebanyak 112 orang warga pengungsi korban banjir dari dua Kampung yakni Sukamaju dan Sawarna Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, kabupaten Serang menderita sakit. Penyakit tersebut diantaranya batuk pilek dan gatal-gatal.

Sebanyak 297 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di kecamatan Padarincang, mereka pun harus mengungsi di SDN Sukamaju, sebab ketinggian air mencapai 40-70 centimeter.

Kepala Puskemas Padarincang Lilis Nurliyani membenarkan adanya pengungsi banjir yang sakit di wilayahnya. “Banyak, kita kemarin ngirim dua tim kesehatan ke Kampung Sukamaju dan Kampung Sawarna,” ujarnya kepada Kabar Banten, Rabu (2/1/2019).

Lilis menjelaskan, total warga yang sakit itu sekitar 112 orang terdiri dari 78 orang dari Kampung Sukamaju, 34 orang dari Kampung Sawarna. “Rata-rata batuk pilek dan gatal-gatal, muntah-muntah juga ada,” katanya.

Ia mengatakan, untuk menangani masalah tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas di lapangan terutama Babinsa. “Kemarin malam juga ada pengungsi yang harus dirujuk ke puskesmas karena kondisinya sakit dan kita jemput dengan ambulans,” ucapnya.

Sedangkan untuk yang dirujuk ke puskesmas, kata Lilis, mereka adalah pasien yang baru pulang dirawat di Puskesmas. “Jadi sakitnya tidak terkait dengan cuaca ataupun banjir ini. Nah malamnya terjadi banjir di rumahnya jadi dari petugas lapangan minta tolong ambulans untuk jemput dan diungsikan di puskesmas tidak di sekolahan seperti yang lainnya,” ujarnya.

Disinggung soal fasilitas, Lilis mengatakan saat ini memang belum mencukupi. Namun itu bisa disiasati dengan cara bertahap. “Kalau fasilitas dibilang cukup belum tapi bertahap bisa dilengkapi,” katanya.

Namun kata dia, yang dikeluhkan adalah tenaga perawat. Sebab ketika terjadi bencana sulit untuk membagi tugas. “Karena dengan 1 orang perawat PNS ditambah 4 orang perawat Thl, sangat kurang karena harus jaga tiga ship juga di puskesmas dengan adanya pelayanan UGD 24 jam, dan mereka juga merangkap tugas program,” tuturnya.

Bahkan kata dia, saat kejadian bencana pun ia harus meminta bantuan tenaga dari dinas kesehatan agar bisa menurunkan dua tim dalam sehari. “Waktu kemarin juga minta bantuan tenaga dari dinas (Dinkes) untuk bisa satu hari nurunin 2 tim petugas untuk melayani pascabencana,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here