Ratusan Pegawai Honorer Kabupaten Tangerang Terancam tak Terima Gaji

TANGERANG, (KB).- Ratusan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Tangerang terancam tidak menerima gaji, karena honor mereka terancam dinonaktifkan.

“Ini adalah salah satu imbas dari surat keputusan PPPK yang hingga kini belum ada kepastian,” kata Ketua Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FKH2I) Kabupaten Tangerang Nuryanah, Kamis (16/1/2020).

Ia menuturkan, dari laporan yang diterima saat ini sudah ada beberapa honorer yang terancam dinonaktifkan pembayaran honornya pada anggaran 2020. Hal tersebut, dilakukan karena mereka sudah dinyatakan lulus seleksi PPPK.

“Ada beberapa honorer yang honornya di-off atau tidak diberi gaji lagi dengan alasan sudah lulus PPPK, padahal SK pun belum dapat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, yang terdata saat ini ada dua tenaga honorer kesehatan dan satu tenaga honorer pendidikan yang terancam honornya di-off. Dua tenaga kesehatan dari Puskesmas Jayanti dan satu guru honorer SDN Sukatani 6.

Untuk seorang guru honorer di SDN Sukatani 6, tambah dia, BOS reg-nya mau di-off, karena sering sakit, padahal lulus seleksi PPPK.

“Mereka tidak mendapat honor, karena dianggap sudah lulus PPPK dan jika tetap dianggarkan pada anggaran 2020 katanya khawatir jadi temuan. Sekali lagi, ini karena dampak dari SK PPPK yang tak ada kepastian kapan terbit, sehingga banyak yang jadi korban perasaan dan korban penghasilan,” ucapnya.

Kepala Subid Formasi Pengadaan dan Penataan pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang Juhri Saputra menuturkan, sudah mendapat informasi tersebut dari FKH2I.

“Kami sudah berupaya mengirimkan surat ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, agar tidak melakukan penghentian honor para tenaga kesehatan honorer yang lulus seleksi PPPK hingga SK-nya turun dan sudah pasti,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Jayanti Sulastri membenarkan, bahwa untuk dua tenaga kesehatan honorer di tempatnya sudah tidak dianggarkan lagi pada 2020. Tetapi, kata dia, pihaknya sudah menganggarkan secara khusus selama tiga bulan.

“Sebelumnya memang sudah tidak dianggarkan lagi pada 2020 untuk tenaga kesehatan honorer yang dinyatakan lulus seleksi PPPK. Tetapi, karena SK mereka belum juga turun dan tidak ada kepastian, maka itu kami ambil kebijakan mereka tetap mendapat honor sesuai yang diterima sebelumnya hanya untuk tiga bulan,” katanya.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut, dapat diambil, karena Puskesmas Jayanti sudah menjadi badan layanan umum daerah (BLUD) Kabupaten Tangerang, sehingga dapat mengelola keuangannya sendiri.

“Ada ketentuannya. Tetapi, kami hanya tiga bulan saja. Semoga segera ada kejelasan untuk SK PPPK di Kabupaten Tangerang,” ujarnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here