Ratusan Hektare Sawah di Lebak Gagal Panen

Dede Supriana, Kepala Distambun Kabupaten Lebak.*

LEBAK, (KB).- Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak, mencatat sebanyak 400 hektare tanaman padi mengalami puso alias gagal panen di dua kecamatan yakni, Kecamatan Malingping dan Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak.

“Di awal September 2019, ratusan hektar lahan pertanian sawah atau tanaman padi mengalami gagal panen. Semoga dari jumlah tersebut tidak akan bertambah. Karena bulan Oktober sudah ada hujan,” kata Kepala Distanbun Lebak, Dede Supriatna, Rabu (4/12/2019).

Menurut dia, ratusan hektar sawah yang mengalami gagal panen tersebut didominasi sebagian besar di wilayah Malingping dan Wanasalam. Hal ini disebabkan adanya keterlambatan masa tanam pada lahan tadah hujan marginal.

“Sebetulnya kita sudah memberikan masukan sebelum memasuki kemarau panjang, agar mereka segera melakukan percepatan tanam pada bulan April. Kalau tanam di bulan April sudah bisa panen, sedangkan mereka tanam di bulan Mei-Juni,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya tidak bisa melarang petani mau tanam. Kendati demikian, pihaknya selalu mengimbau dan mengajak. Sebab, sudah kewajiban Distambun Lebak.

“Gagal panen yang mencapai ratusan hektare, hanya terjadi pada tahun ini, akibat keterlambatan tanam. Biasanya panen dilakukan pada bulan Januari-Februari, tetapi tahun ini pada bulan Maret,” ungkapnya.

Dalam aturannya, kata Dede, masa tanam yang dilakukan di dua kecamatan dilakukan rata-rata pada bulan Mei. Sebab, aturannya bulan tersebut rawan masa tanam. Lahan tadah hujan di Kabupaten Lebak yang tidak terselamatkan hanya di dua kecamatan ini.

“Karena wilayah tersebut tidak ada air tawar dan jika digali melalui sumur bor semakin dalam justru air yang keluarnya bukan air tawar melainkan airnya terasa asin,” terangnya.

Terkait upaya menanggulangi di dua kecamatan yang berdekatan dengan air laut tersebut lanjut Dede, pihaknya mengaku akan menghidupkan beberapa saluran irigasi yang sumbernya diambil dari mata air sungai.

“Saat ini kita tengah mengajukan beberapa bantuan seperti, pembangunan saluran irigasi disertai mesin pompa dan benih padi gogo,” pungkasnya. (Lugay)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here