Ratusan Angler Meriahkan Lomba Mancing di Tanjung Pasir

Kepala Dispora Banten Deden Apriandhi Hartawan saat menyerahkan piala dan hadiah kepada pemenang lomba di ruangannya, Jumat (10/5/2019).*

SERANG, (KB).- Ratusan Angler dari berbagai daerah dan mancanegara ikut memeriahkan lomba mancing yang diselenggarakan oleh Event Organizer (EO) DKPRO bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten di laut lepas Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, 27 April 2019 lalu. Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi para Angler.

Ketua Panitia DKPRO, Indah Andarwati‎ mengatakan, kegiatan lomba mancing ini dilaksanakan dalam rangka silaturahmi antara pemancing. Kegiatan ini didukung langsung oleh para pemancing senior, dunia pancing latumenten sebagai pemilik brand cordial dan bekerjasama dengan Dispora Provinsi Banten.

“Lombanya digelar selama satu hari, start jam 4 pagi, finish jam 4 sore, lokasinya di Tanjung Pasir, Tangerang,” ujarnya kepada kabar-banten.com saat melakukan penyerahan hadiah pemenang lomba di gedung Dispora Provinsi Banten, Jumat (10/5/2019).

Indah menuturkan, dari lomba tersebut ada tiga tim yang berhasil menyabet juara, antara lain juara 1 diraih oleh Tim MAS Semarang‎ dengan perolehan ikan tengiri seberat 6 kilogram. Juara 2 diraih oleh tim HAC dengan perolehan ikan tengiri 5,2 kilogram dan juara 3 diraih UMB dengan perolehan ikan tengiri seberat 4,4 kilogram. “Juara 1 dapat Rp 15 juta, juara 2 dapat Rp 10 juta dan juara 3 dapat Rp 7 juta. Ada juga kapten terbaik Rp 1,5 juta,” ucapnya.

Total peserta yang ikut dalam lomba mancing tersebut ada 40 tim dengan masing-masing tim terdiri dari 6 orang. “Total sekitar 200 orang lebih sama ABK (Anak Buah Kapal) sekitar 300 orang,” tuturnya.

Lomba mancing tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai daerah seperti Lampung, Jogjakarta dan Semarang. Bahkan ada juga peserta dari mancanegara yakni Malaysia.

Kepala Dispora Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan sangat mengapresiasi kegiatan mancing tersebut. Sebab memancing, selain adalah olahraga juga bisa mereduksi tingkat stress. “Makanya mudah mudahan kedepan peserta mancing harus lebih banyak terutama birokrat. Karena kita butuh juga yang bisa menurunkan kadar stres,” ujarnya.

Kemudian kata dia, diharapkan kedepan bisa lebih dalam lagi untuk kerjasama kegiatan tersebut dengan dinas kelautan dan dinas pariwisata. “Agar perlombaan ini tidak hanya dari sisi piala tapi fasilitas perahu dan lainnya. Bisa lebih mudah dan murah, kalau dengan dinas kelautan bisa mengurangi ongkos pendaftaran,” tuturnya.

Selain itu soal memancing ini tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tapi juga bisa dilihat dari beberapa sisi yakni pariwisata. “Kan diceritakan mancing bisa di Krakatau dan pulau-pulau ini sekaligus mengembangkan objek pariwisata,” katanya.

Deden mengatakan, kedepan ia berkeinginan agar kegiatan lomba mancing ini bisa dimasukan dalam program olahraga masyarakat. “Insyallah kedepan kalau ini disepakati pimpinan dan TAPD, Bapeda kita akan coba jadikan program kita sebagai olahraga masyarakat,” tuturnya. (Dindin Hasanudin)*

2 KOMENTAR

  1. Selamat malam,

    Di balik kesuksesan yg terlihat dari luar, banyak sekali kelemahan dan kekurangan yg terjadi sebelum, saat dan setelah kegiatan lomba mancing ini yg datangnya dari panitia.
    Panitia yg ada, tidak memiliki pengetahuan, kemampuan dan pengalaman yg cukup utk jadi penyelenggara lomba mancing.
    Akibatnya adalah timbul beberapa permasalahan sejak lomba belum di mulai (berkaitan dgn permasalahan teknis lomba) , saat lomba (antisipasi dan perlakuan terhadap 3 kapal bermasalah) dan setelah selesai lomba (Pembayaran sewa kapal).
    Yang paling miris adalah bahwa pembayaran sewa kapal tidak tepat waktu( mundur kurang lebih 1 Minggu) yg mana seharusnya tidak terjadi karena seluruh peserta jauh2 hari sudah melunasi uang pendaftaran. Ini merugikan pihak pemilik kapal yg telah melaksanakan kewajiban nya.

    Saya adalah salah satu peserta lomba mancing ini.

    Tolong sampaikan pada Kadispora Banten mengenai hal ini, utk selektif memilih panitia, penyelenggara ataupun event organizer jika ingin membuat kegiatan serupa agar kedepannya bisa lebih baik, terlebih jika melibatkan pemerintahan dalam kegiatannya.
    Saya sampaikan keprihatinan ini karena baru ini saya mengikuti lomba mancing yg semrawut seperti ini (padahal memakai embel2 Gubernur didalamnya) setelah 14 tahun saya ikut lomba mancing di seluruh Indonesia, bahkan 2017 saya juga salah satu panitia nasional utk event Widi Internasional Fishing Tournament (WIFT) di selenggarakan di Maluku Utara yg melibatkan 12 negara asing.

    Salam Strike…

  2. ane setuju ama mas daeng tentang lomba ini
    sedikit mengecewakan dan banyak kurangnya sana sini
    semoga kedepannya lebih baik lagi dan acara seperti ini terus dilakukan tiap tahunnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here