Ratu Tatu Chasanah : AKI dan AKB Tinggi, Bikin Mules

Suasana Kegiatan Workshop Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi, di Aula Tb Suwandi, Gedung Pemkab Serang, Selasa (25/6/2019).*

SERANG, (KB).- Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Serang masih terhitung tinggi. Hingga Juli 2019 ini tercatat sudah ada 43 kasus AKI dan 83 kasus AKB.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, Kabupaten Serang terdiri dari 29 kecamatan dan 326 desa. Jumlah penduduk ada 1,4 juta. Jika dibandingkan dengan Kulon Progo jumlah penduduk ini tiga kali lipatnya.

“Kalau di sana (Kulon Progo) hanya 3-4 kasus yang meninggal, kita pertengahan tahun sudah 43 kasus (AKI),” ujarnya dalam sambutan acara ‘Workshop penggalangan komitmen dalam percepatan penurunan kematian ibu dan bayi tahun 2019’, di aula Tb Suwandi, Kantor Pemkab Serang, Selasa (25/6/2019).

Menurut dia, jika melihat Kulon Progo seharusnya kasus yang terjadi maksimal 15 kasus se-tahun. “Ini buat saya mules, kita rapat terbatas, (AKI dan AKB) tidak bisa hanya ditangani puskesmas saja semua harus dilibatkan,” ucapnya.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang Sri Nurhayati mengatakan, jumlah AKI dan AKB di wilayahnya masih perlu mendapat perhatian. Hal ini dilihat dari jumlah kematian ibu dan bayi yang terjadi.

“Pada tahun 2018 ada 61 ibu meninggal dan bayi ada 240 kasus. Sedangkan 2019 ini per sekarang (Juli) sudah ada AKI 43 jiwa dan AKB 83 jiwa,” ujarnya.

Hadir pada kegiatan ini Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Kepala Dinas Kesehatan Sri Nurhayati, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Muflihah, dan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang serta jajaran camat, kepala puskesmas dan tokoh masyarakat. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here