Ratu Ati Marliati dan Reno Yanuar Ditetapkan Calon Wakil Wali Kota Cilegon

CILEGON, (KB).- Ratu Ati Marliati dan Reno Yanuar telah ditetapkan sebagai Calon Wakil Wali Kota Cilegon melalui Rapat Paripurna di DPRD Kota Cilegon, Rabu (10/4/2019). Namun demikian, pencalonan keduanya hanya diusung satu partai yakni Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Berdasarkan pantauan, hanya Ratu Ati yang hadir dalam paripurna. Sedangkan Reno tidak bisa hadir karena ada kegiatan partai. Meski demikian, keduanya siap melaju ke tahapan pemaparan visi misi, Kamis (11/4/2019) dan pemilihan suara, Jumat (12/4/2019).

Wakil Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Wali Kota Cilegon Isro Mi’raj saat membacakan keputusan panlih dalam paripurna mengatakan, kedua bakal calon telah lolos verifikasi. “Kami sebelumnya telah menelaah dan memverifikasi dokumen persyaratan dua bakal calon, yakni Ratu Ati Marliati dan Reno Yanuar. Keduanya kami nyatakan lolos,” ujarnya.

Isro mengatakan, tahapan-tahapan yang dilakukan panlih sudah sesuai peraturan dan perundang-undangan. Kedua calon tersebut telah memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang calon Wakil Wali Kota Cilegon. “Seluruh tahapan yang telah dilakukan oleh panlih, sudah sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku,” ujarnya.

Usai paripurna, Isro mengatakan, Ratu Ati mendapatkan nomor urut 1 dan Reno mendapatkan nomor urut 2. “Sesuai kesepakatan awal panlih, siapa yang mendaftar pertama otomatis mendapat nomor urut 1. Karena Bu Ati yang mendaftar pertama, jadi dapat nomor 1 dan Pak Reno nomor urut 2,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, Ratu Ati maupun Reno diusung oleh satu partai. Hal tersebut, menurut Isro, telah sesuai dengan aturan dan undang-undang. “Bu Ati diusung Partai Golkar, Pak Reno PDIP, itu sah. Karena pada Pasal 176 UU No. 10 tahun 2016 tentang pemilihan wakil wali kota, calon itu didukung parpol atau gabungan parpol,” ucapnya.

Isro menegaskan, tidak ada multitafsir dalam aturan tersebut. Terlebih, hal tersebut telah ditegaskan oleh sejumlah narasumber saat Pansus Pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon menyusun tata cara pemilihan. “Narasumber kami sudah menegaskan, itu tidak multitafsir. Mereka itu dari Kanwilkumham, Bidang Otda Kemendagri, juga pakar hukum,” tuturnya.

Untuk diketahui, Panlih Wakil Wali Kota Cilegon menjadikan UU No. 10 Tahun 2016 Pasal 176 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, sebagai acuan tahapan pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon. Dalam pasal 176 ayat (2) menyatakan, partai politik atau gabungan partai politik pengusung mengusulkan dua orang calon wakil gubernur, wakil bupati, dan wakil wali kota kepada DPRD melalui gubernur, bupati, atau wali kota, untuk dipilih dalam rapat paripurna DPRD.

Sekadar informasi, pasangan Iman Ariyadi – Edi Ariadi diusung 9 partai politik atau gabungan parpol dalam Pilkada Kota Cilegon 2016. Pengisian Wakil Wali Kota Cilegon melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD, dilakukan karena Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi diberhentikan dan digantikan Edi Ariadi, sehingga meninggalkan kekosongan di posisi Wakil Wali Kota Cilegon. Sementara, sisa masa jabatan Iman-Edi masih lebih dari 18 bulan.

Pemaparan visi misi

Sementara itu, Reno Yanuar saat dikonfirmasi melalui telepon genggam, menyatakan siap untuk melaju ke tahap pemaparan visi misi. Pada tahapan ini, kata Reno, akan fokus pada isu-isu strategis Kota Cilegon. “Saya akan fokus pada persoalan-persoalan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, pengangguran, juga ekonomi masyarakat. Terpenting pula yang akan saya sampaikan nanti, adalah tentang bagaimana menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi,” ujarnya.

Selaku mantan anggota legislatif, ia mengaku tahu betul kemelut yang terus mendera Kota Cilegon. Termasuk, target-target RPJMD yang saat ini sulit untuk diselesaikan. “Saya ini mantan legislatif, pernah di Banang, Komisi I, jadi tahu betul kemelut Kota Cilegon dan tentang sulitnya menyelesaikan RPJMD 2016-2021,” tuturnya.

Reno mengatakan, kegiatan infrastruktur yang mangkrak juga lamban. Selain itu, kualitas pelayanan masyarakat yang hingga kini masih perlu ditingkatkan. “Lihat pembangunan Warnasari, gedung setda lantai enam, itu mangkrak. Pembangunan JLU, pembanguan tendon, dan beberapa kegiatan infrastruktur lain, itu berjalan lamban. Pelayanan kesehatan juga masih kurang, pengangguran banyak. Inilah yang ingin saya perjuangkan,” ucapnya.

Reno pun membenarkan hanya didukung PDIP dalam pencalonannya. Oleh karena itu, ia mengajak parpol lain untuk ikut mendukungnya. “Saya ini sedang berjuang untuk kepentingan masyarakat Cilegon. Saya harap perjuangan saya mendapat dukungan dari parpol lain. Tolong lah lihat apa yang terjadi selama ini, bukankah Kota Cilegon butuh sebuah perubahan besar,” katanya.

Sementara itu, Ratu Ati saat diminta tanggapannya mengaku bersyukur telah ditetapkan sebagai Calon Wakil Wali Kota Cilegon. Dia siap untuk menghadapi tahapan visi misi, Kamis (11/4/2019) hari ini. “Saya mohon doa dari seluruh elemen masyarakat. Saya siap untuk tahapan visi misi nanti, tapi saya tidak ingin buka sekarang. Besok saja,” ujarnya.

Terkait partai dukungan terhadapnya, Ratu Ati enggan memberikan komentar. “Partai mana saja yang mendukung, itu pun akan saya ungkap pada tahapan visi misi nanti,” tuturnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here