Selasa, 20 November 2018

RAPBD 2018 Kota Cilegon, Anggaran Baru Program Lama

CILEGON, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon telah memproyeksikan anggaran baru untuk 2018. Namun, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018 kegiatan pembangunan di 2018 tidak jauh berbeda dengan 2017. Berdasarkan informasi sebelumnya, legislatif dan eksekutif telah menyepakati RAPBD Kota Cilegon 2018 sebesar Rp 1,99 triliun. Angka tersebut lebih besar dari APBD 2017 senilai Rp 1,7 triliun.

Sekretaris Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Cilegon, Nurrotul Uyun mengatakan, RAPBD Kota Cilegon 2018 terbilang naik dibandingkan APBD 2017. Namun, agenda pembangunan di tahun depan tidak jauh berbeda dengan 2017. “Anggaran terbesar masih jatuh pada megaproyek-megaproyek, seperti Jalan Lingkar Utara (JLU), Sport Center, dan lainnya. Kalau alun-alun sudah tidak ada kegiatan, paling perawatan saja,” katanya, Ahad (26/11/2017).

Menurut dia, fokus kegiatan di 2018 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cilegon 2016-2021. Sementara lainnya, kegiatan operasional rutin, pelayanan masyarakat, serta belanja kegiatan dari bantuan operasional sekolah (BOS) SD dan SMP. “Ada pula pembangunan sarana prasarana publik, seperti sarana pendidikan, kesehatan, PJU (penerangan jalan umum), dan sebagainya,” ujarnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menuturkan, pos belanja langsung pada APBD 2018 mencapai Rp 1,140 triliun. Itu, terdiri dari belanja pegawai Rp 135 miliar, belanja barang dan jasa Rp 541 miliar, dan belanja modal Rp 462 miliar. “Belanja pegawai itu porsinya 12 persen, belanja barang dan jasa 48 persen, serta belanja modal 41 persen,” ucapnya.

Sementara itu, anggota Banggar DPRD Kota Cilegon, Rahmatullah mengatakan, RAPBD Kota Cilegon 2018 juga mengakomodasi pendapatan dari sumber daya alam (SDA), seperti pendapatan dari pembayaran royalti dari PT Krakatau Tirta Industri (KTI) kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) beralih ke kas daerah atau Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cilegon.

“Pada RAPBD 2018, juga ada anggaran yang besar kepada UPT PEM (Unit Pelayanan Teknis Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat), yang seharusnya bisa dimaksimalkan, karena anggarannya mencapai Rp 2,4 miliar. Ini sangat bagus untuk menumbuhkan ekonomi di masyarakat dan harus ada program baru yang tidak hanya itu-itu saja,” tuturnya.

Pada bagian lain, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi menuturkan, jika pengalokasian anggaran di 2018 lebih condong pada melanjutkan program pembangunan 2017. “Itu kan bagian dari RPJMD, harus segera diselesaikan,” katanya. Pihaknya menambah belanja pegawai untuk 2018 dibandingkan 2017. Hal tersebut menyesuaikan dengan arahan Tim Koordinator dan Supervisi Pencegaha Korupsi (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Ini bagian dari upaya mencegah tindak pidana korupsi, sesuai arahan Tim Korsupgah,” ujarnya. (AH)***


Sekilas Info

Satpol PP Gelar Razia, Tempat Hiburan Malam Mendadak Patuh

CILEGON, (KB).- Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon bersama Kepolisian Resor (Polres) Cilegon …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *