Rapat Pembebasan Lahan Waduk Karian, Bupati Lebak Kecewa LMAN tak Hadir

Iti Octavia Jayabaya, Bupati Lebak.*

LEBAK, (KB).- Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya kecewa, rapat terbatas soal percepatan pembebasan lahan dan pembayaran kompensasi rumah warga di Waduk Karian yang terdampak banjir bandang ditunda untuk digelar.

Penyebab ditundanya rapat bertempat di Aula Setda setempat, karena Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) selaku penyedia dana pengadaan lahan tak hadir.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengaku kecewa rapat terbatas sampai ditunda, karena rapat itu dinilai merupakan hal penting dengan skala prioritas tinggi. Terlebih, persoalan yang dibahas menyangkut hidup masyarakat Lebak, khususnya mereka yang terkena musibah banjir dan berada di kawasan pembebasan lahan Waduk Karian.

“Kita sudah mengirimkan surat undangan rapat tiga hari lalu. Nah ini kan enggak ada keterangan, enggak ada pemberitahuan kalau tidak bisa hadir, dan rapat ini terpaksa kita undur menyesuaikan dengan waktu yang telah ditetapkan LMAN nanti,” ujar bupati.

Baca Juga : Dugaan Jatah Kompensasi Lahan Waduk Karian, Oknum Aparat Diduga Ikut Terlibat

Menurut dia, kehadiran LMAN sangat penting dalam rapat tersebut, sehingga dapat memastikan kapan akan dilakukan pembayaran lahan milik masyarakat yang telah memenuhi syarat pembebasan. Masyarakat yang terkena dampak di wilayah Waduk Karian ini nantinya memiliki modal untuk merelokasi diri.

“Kita tahu, LMAN memiliki banyak agenda strategis nasional. Tapi, lihat sensitivitas dan urgensinya. Sekarang ini sedang musibah. Kita harus bagaimana menyelamatkan masyarakat, sehingga mereka ada kepastian untuk relokasi dari dana yang dibayarkan pembebasan lahannya,” ucapnya.

Bagi masyarakat yang sudah terdata namun belum mendapatkan kompensasi, maka Pemkab Lebak akan terus berusaha mendorong pihak LMAN agar segera menyelesaikan perkara kompensasi.

Sedangkan bagi masyarakat yang sama sekali belum terdata luasannya, Pemkab Lebak juga akan terus berupaya membantu masyarakat dalam menghitung luasan yang terbawa arus banjir bandang.

Untuk diketahui, dalam rapat tersebut dibahas bahwa terdapat tiga kelompok dalam pembebasan lahan. Pertama kelompok yang sudah mendapat kompensasi dari Waduk Karian tetapi belum pindah, kedua kelompok yang sudah didata namun belum dibayar oleh pihak LMAN. Kemudian kelompok yang sama sekali belum terdata luasannya karena terbawa arus banjir bandang.

Rapat yang ditunda dihadiri Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Banten, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung-Cidanau-Cidurian (BBWS3), serta panitia pengadaan tanah untuk pembangunan Bendungan Karian. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here