Senin, 10 Desember 2018

Rapat Gubernur-Ulama Hasilkan 7 Kesimpulan

SERANG, (KB).- Rapat Gubernur Banten Wahidin Halim bersama para ulama, ormas Islam dan ormas keagamaan, serta Kapolda Banten dan Kepala BNNP Banten, pada 27 Februari 2018, menghasilkan tujuh kesimpulan. Pada prinsipnya, pemerintah dan masyarakat Banten sepakat untuk memberikan perlindungan, menjaga dan menjamin keselamatan ulama dan tokoh agama dari segala bentuk teror.

“Pemerintah dan masyarakat Banten memberikan perlindungan untuk menjaga dan menjamin keselamatan ulama dan tokoh agama dari bentuk teror, penganiayaan dan pembunuhan karena mereka sebagai benteng negara yang bertugas memberikan pencerahan, bimbingan dan pembinaan umat,” ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten, AM Romly dalam siaran persnya, Kamis (1/3/2018).

Selain itu, pemerintah dan masyarakat sepakat menolak perbuatan lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT), pelacuran dan minuman keras. Sebab, perbuatan tersebut dilarang agama dan tidak sesuai kultur masyarakat Banten. “Oleh karena itu, perlu ada regulasi atau peraturan daerah,” ujar Romly.

Pemerintah dan masyarakat juga bertekad memerangi narkoba karena akan merusak moral bangsa, khususnya generasi muda sebagai aset penerus bangsa. “Pemerintah dan masyarakat meminta aparat hukum untuk menindak tegas perbuatan penyakit masyarakat, baik pelaku LGBT, pengedar/ penyalahguna narkoba maupun pelaku yang mengancam keselamatan jiwa para ulama dan tokoh agama,” tuturnya.

Romly mengatakan, pemerintah dan tokoh agama juga siap menggalang kerja sama dan meningkatkan sinergitas dalam menyusun rencana aksi dan pelaksanaannya dalam menanggulangi penyakit sosial. (RI)***


Sekilas Info

Asyik Nyabu di Bahu Jalan Tol, Seorang Pria Diamankan

Petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Induk Ciujung menangkap seorang pria berinisial AB (36), warga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *