Rampas HP Santri di KP3B, WH dan Komplotannya Dibekuk Polisi

Petugas kepolisian memeriksa 4 tersangka yang berhasil diamankan. Tiga diantaranya sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang kerap beraksi di Kawasan KP3B, dan satu tersangka penadah berikut barang buktinya, Jumat (12/7/2019).*

SERANG, (KB).- WH (19) tak berkutik saat dibekuk Tim Resmob dan Jawara Polda Banten. Pemuda pengangguran itu, ditangkap petugas bersama dua orang komplotannya Fah (17), dan Roy (17), setelah kerap melakukan aksi kejahatan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, Kota Serang.

Informasi yang diperoleh, ketiga komplotan asal Desa Sinarmukti, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang itu ditangkap atas tuduhan penjambretan terhadap Muhamad Fatih Nadaraya (15), warga Karundang Tengah, Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Polisi juga ikut mengamankan Ars (28), seorang penadah barang curian yang diperoleh dari tiga orang komplotan tersebut.

“Total ada 4 tersangka yang berhasil kita amankan. Tiga diantaranya sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang kerap beraksi di Kawasan KP3B, dan satu tersangka penadah berikut barang buktinya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol. Novri Turangga, Jumat (12/7/2019).

Novri menjelaskan, pengungkapan kasus penjambretan itu merupakan tindak lanjut dari laporan Muhamad Fatih Nadaraya. Korban yang berstatus sebagai santri ini mengaku dipaksa menyerahkan telepon genggamnya kepada tiga pria berkendara Yamaha Vixion saat sedang menunggu angkutan online di KP3B. Saat itu, korban baru saja selesai mengerjakan tugas memotret dengan latar kawasan di lingkungan Pemprov Banten.

Berbekal laporan tersebut, tim gabungan Ditreskrimum yang yang dipimpin Kasubdit 3 Jatanras AKBP Asep Sukandarisman, langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, tim berhasil mengetahui keberadaan handphone korban yang berada di tangan seorang penadah berinisial Ars.

Tim kemudian tidak mau menunggu waktu lama. Tersangka Ars, akhirnya berhasil di ringkus di rumahnya di Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang pada Rabu (10/7/2019) sore. “Dari pengakuan Ars, handphone yang dipegangnya itu diakui dibeli dari tersangka WH. Selanjutnya tim langsung bergerak untuk melakukan penangkapan di rumahnya pada Kamis (11/7/2019) siang,” ujarnya.

Kasus yang sempat viral di media sosial ini, rupanya bukan hanya dilakukan oleh WH. Dari pengakuannya, aksi penjambretan hp di KP3B juga turut dilakukan oleh dua orang rekannya Fah dan Roy. Berbekal keterangan itu, Tim Jatanras lalu berhasil membekuk dua orang komplotan lainnya pada hari yang sama di Jalan Raya Ciruas – Petir, Kabupaten Serang.

“Dalam pemeriksaan, ketiga tersangka mengakui secara bersama-sama melakukan aksi perampasan hp terhadap korban Muhammad Fatih. Ketiga tersangka yang diketahui sebagai pelaku balap motor liar sudah melakukan perampasan sebanyak 5 kali di Kawasan KP3B,” tuturnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, WH beserta 3 orang tersangka tersebut saat ini harus mendekam di balik jeruji besi. Mereka diancam Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman maksimal 7 tahun kurungan penjara. (Rifat Alhamidi)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here