Kamis, 13 Desember 2018

Ramadan untuk Tingkatkan Prestasi

Secara etimologi kata Ramadan berasal dari ra-ma-dha yang berarti panas yang menyengat. Nama Ramadan digunakan sebagai nama bulan kesembilan dalam kalender hijrah. Dalam bulan ini kaum muslimin diperintahkan untuk menjalankan puasa wajib satu bulan penuh sesuai dengan Alquran Surat Albaqarah ayat 183.

Sebagai umat Islam, kita harus yakin bahwa semua perintah Allah dimaksudkan untuk kebaikan manusia itu sendiri. Tulisan ini memberikan analisa dari sudut pandang ilmu pengetahuan berkaitan dengan diwajibkannya puasa pada bulan Ramadan.

Matahari melakukan sebuah aktivitas yang disebut dengan reaksi fusi matahari yaitu penggabungan antara Hidrogen dan Hidrogen menjadi Helium. Proses penggabungan tersebut menghasilkan energy yang besar sehingga matahari dapat bersinar.

Para ilmuwan mempelajari aktivitas matahari, ternyata ditemukan bahwa aktivitas matahari tersebut mengalami siklus kurang lebih 11 tahun sekali terjadi puncaknya. Pada saat puncak tersebut, akan terjadi badai matahari yang dampaknya dapat mencapai bumi, namun bersyukur Allah SWT menyelimuti bumi dengan lapisan atmosfer sehingga pengaruh badai tersebut tidak terlalu terasa di bumi.

Selama 11 tahun tersebut terjadi kurang lebih 10 kali puncak radiasi matahari yang menimbulkan energy radiasi 1000 MeV particle s-1 ster-1 cm-2. Menurut Rajendra Kartawiria dari QQC, terdapat siklus setahun sekali (11,7 bulan) dimana radiasi sebesar 800 MeV particle s-1 ster-1 cm-2 sampai ke bumi. 11,7 bulan adalah lama satu tahun hijrah.

Dengan mengingat bahwa makna kata Ramadan adalah panas menyengat, maka dapat diberikan hipotesa bahwa radiasi tahunan tersebut terjadi pada bulan Ramadan. Itulah yang menjadi penyebab bumi menjadi terasa panas.

Allah SWT Sang Pencipta dunia dan seisinya Maha Mengetahui yang baik bagi manusia dan yang buruk. Terjadinya radiasi tersebut berpengaruh pada bumi dan isinya termasuk manusia pada malam hari sebagaimana gravitasi bulan yang menyebabkan pasang air laut.

Kitab Alquran yang menjadi pedoman hidup kaum muslimin diturunkan di salah satu malam bulan Ramadan yang dikenal dengan lailatul qadr. Rasulullah SAW mengajarkan untuk mendirikan sholat tarawih di malam-malam bulan Ramadan. Beliau juga mengajarkan untuk bangun malam untuk melaksanakan sahur sebelum subuh.

Rasul juga mengajarkan untuk memperbanyak membaca Alquran serta melaksanakan I’tikaf di masjid. Semua pekerjaan malam yang diajarkan ini tentunya memerlukan energi tambahan (ekstra). Sholat tarawih dilaksanakan setelah sholat Isya dengan jumlah raka’at yang cukup banyak. Energi ekstra tersebut ternyata dapat diperoleh jika kita berpuasa pada siang harinya.

Menurut Jedya Nuraaqilah salah satu hal yang terjadi pada saat puasa adalah bahwa pada saat orang berpuasa akan dihasilkan energi yang lebih disukai oleh otak. Sumber energi pada saat puasa bukan lagi glukosa namun dari glikogen dan lemak. Glikogen tersedia di hati dan lemak di jaringan lemak yang dirubah melalui proses gluconeogenesis. Pada proses tersebut dihasilkan keton yang merupakan sumber energy yang lebih disukai otak daripada glukosa.

Penggunaan keton ini mampu menghilangkan radikal bebas dalam otak, dapat meningkatkan fungsi otak dan mencegah terjadinya strok pada pembuluh darah di otak serta dapat membuat sel-sel otak lebih muda. Dengan demikian bulan Ramadan yang di dalamnya ada kewajiban puasa dapat mendatangkan manfaat luar biasa bagi yang melaksanakannya.

Pada malam harinya terdapat pengaruh radiasi matahari yang memungkinkan terjadinya pengembangan sel-sel otak jika kita mau menghidupkan malamnya untuk mendekat pada Sang Pencipta, pada siang harinya kita berpuasa juga dapat meningkatkan kinerja otak kita.

Pada bulan Ramadan tahun ini bertepatan dengan musim ujian bagi siswa maupun mahasiswa di Provinsi Banten. Jika pelajar atau mahasiswa atau siapapun yang mau memanfaatkan bulan ini maka ia akan mampu meraih tiga kecerdasan utama sekaligus sebagai berikut:

1. Kecerdasan Intelektual

Sel otak manusia yang bangun malam dan berpuasa di siang harinya akan mudah berfungsi dan berkembang. Berfungsi sel otak dapat menyebabkan manusia tersebut cerdas secara intelektual. Sehingga ujian kenaikan kelas yang akan dihadapi di bulan Ramadan akan memperoleh nilai maksimal. Untuk itu jangan lewatkan kesempatan ini untuk meningkatkan prestasi akademik.

2. Kecerdasan Emosi

Ibadah puasa dapat menjadi media bagi manusia untuk ikut merasakan apa yang dirasakan manusia di belahan dunia lain yang memang susah makan. Dengan puasa akan timbul rasa empati antara sesama manusia.

Sementara ibadah sholat tarawih yang dilaksanakan di masjid secara berjamaah dapat menjadi sarana komunikasi dengan teman dan tetangga yang mungkin selain bulan Ramadan jarang bertemu karena aktivitas masing-masing. Dengan demikian jika dapat dimanfaatkan dengan baik, bulan Ramadhan dapat meningkatkan kecerdasan emosi manusia yang melaksanakan ajarannya.

3. Kecerdasan Spiritual

Kecerdasan spiritual merupakan puncak kecerdasan yang akan diperoleh oleh orang yang berpuasa. Tujuan utama diperintahkannya puasa adalah agar manusia menjadi orang yang bertaqwa yaitu menjalankan semua perintahNya dan menjauhi larangan-Nya.

Puasa dan ibadah lain yang menyertainya akan mampu meningkatkan kecerdasan spiritual karana imbalan ibadah pada bulan Ramadan digandakan 10 kali lipat. Jika spiritual seseorang lebih baik maka akan membuat orang tersebut untuk bertindak mulai dan profesional sehingga terhindar dari perbuatan yang merusak dirinya dan orang lain, seperti perilaku teror dan korupsi.

Dengan mengetahui suasana alam saat bulan Ramadan yang sangat berpihak pada peningkatan prestasi, maka sayang sekali kita yang diberi kesempatan hidup pada Ramadan kali ini tidak dapat mendapatkan manfaat sebesar-besarnya.
Semoga Allah SWT memberikan kesehatan dan kekuatan pada kita semua untuk menjalankan ajarannya. Selamat menajalankan puasa dan ibadah di bulan Ramadhan 1439 H. (Dr. Supriyanto/Ketua Yayasan Banten Barokah)*


Sekilas Info

Seperti Sepasang Sandal

Oleh Nasuha Abu Bakar,MA Kenyataan di dalam kehidupan tidak dapat dielakan dan tidak dapat dipungkiri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *