Minggu, 24 Juni 2018

Ramadan, Omset Pedagang Makanan Kaki Lima Menurun

SERANG, (KB).- Pedagang makanan kaki lima mengalami penurunan omset. Hal ini disebabkan karena pada bulan Ramadan waktu yang diperuntukkan jam makan terbatas.

“Pas bulan puasa ini, memang menurun pendapatannya. Biasanya setiap hari selalu habis bahan-bahannya, kalau bulan ini belum bisa habis dalam sehari,” ujar Hatam, penjual seblak di Bunderan Ciceri, Jumat (08/06/2018).

Hal ini juga diakui Ahmad, pedagang makanan yang biasa berkeliling untuk menjajakan dagangan.

“Ya, kalau dihitung keuntungan sulit juga. Apalagi saya jualan pakai motor, perlu bensin. Tapi kalau gak jualan, kosong juga pendapatan. Jadi dijalani dan disyukuri saja,” ungkap Ahmad yang ditemui di sekitaran Bunderan Ciceri.

Di bulan Ramadan, mayoritas masyarakat memilih rumah makan atau restoran yang berkapasitas besar dalam menampung pengunjung. Hal ini disebabkan karena banyaknya agenda buka bersama yang dilakukan oleh masyarakat. Mulai dari kalangan pelajar, karyawan, para keluarga, dan berbagai lapisan masyarakat lainnya, berbondong-bondong mendatangi rumah makan tersebut.

Sistem memesan tempat pun menjadi sasaran. Namun hal ini tidak terjadi pada salah satu rumah makan di Ciwaru, Kota Serang.

“Kalau di sini, tidak ada yang bisa pesan meja, harus datang dan tempati mejanya. Jadi siapa cepat, dia dapat,” tegas Rani, salah seorang karyawan di rumah makan itu.

Biar pun kepadatan memenuhi rumah makan, namun hal ini tidak membuat pedagang kaki lima ataupun ruko kecil tidak memiliki pelanggan. Seperti Wita, pelanggan makanan di ruko Bunderan Ciceri.

“Saya lebih suka makan di tempat seperti ini, tidak di restoran. Kalau di sini mendekati berbuka puasa masih bisa datang dan memesan makanan. Kalau di restoran harus memesan terlebih dahulu, atau datang lebih awal. Itu membosankan,” ungkap Wita yang ditemui sedang memesan makanan di ruko Bunderan Ciceri.

Pada bulan Ramadan kepadatan pengunjung juga terjadi di pusat perbelanjaan pakaian, terlebih telah mendekati lebaran. Alhasil, ada beberapa pedagang yang membanting stir dengan berjualan yang lain. Hal ini diakui Sukma yang kini berjualan pakaian di Royal.

“Tadinya saya jualan makanan di sekolah, karena bulan puasa, jadi saya tidak berjualan lagi. Lebih tertarik berjualan pakaian. Alhamdulillah rezeki dari mana saja datangnya,” jelas Sukma.

Walaupun demikian, pedagang kaki lima yang tetap berjualan di ruko ataupun berkeliling selama bulan Ramadan, tetap bersemangat dalam berjualan. Hal ini seperti diungkapkan Hatam,

“Ya biar pendapatan menjadi berkurang, saya tetap harus jualan. Kalau bukan dari berjualan, dari mana lagi. Jadi harus tetap semangat buat jualan,” kata Hatam. (BESTA/SY)*


Sekilas Info

Berburu Uang Receh untuk Lebaran

MEMBERIKAN sedekah uang persenan (angpau) untuk kerabat, teman dan tetangga seakan sudah menjadi tradisi saat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *