Rakorkomwil III Apeksi 2019, Pemkot Tangerang Kenalkan Tangerang LIVE Room

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat memberikan penjelasan pada rombongan city tour dalam rangkaian kegiatan rakor komwil III yang berlangsung di Kota Tangerang saat mengunjungi Kantor Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (5/12/2019).*

TANGERANG, (KB).- Memasuki hari pertama berlangsungnya rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah (Rakorkomwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Tangerang.

Peserta rakor diajak berkeliling mengunjungi sejumlah lokasi yang menjadi ikon dan tempat wisata di Kota Tangerang. Bahkan, peserta Rakorkomwil III APEKSI yang terhimpun dari sejumlah kepala dan wakil kepala daerah serta perwakilan dari 24 kota yang menjadi peserta rakor tersebut, diajak dengan menumpang bus pariwisata Kota Tangerang Jawara.

Kampung Markisa juga menjadi salah satu kampung tematik yang menjadi lokasi kunjungan peserta city tour. Para peserta berkesempatan melihat secara langsung proses perubahan lingkungan yang telah dilakukan oleh warga Kampung Markisa.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dan wakilnya Sachrudin turut serta menyambut rombongan city tour dalam rangkaian kegiatan rakor komwil III yang berlangsung di Kota Tangerang saat mengunjungi Kantor Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (5/12/2019).

Dalam kunjungan tersebut, Arief memperkenalkan keberadaan city gallery yang menyimpan sejarah serta informasi tentang Kota Tangerang kepada para rombongan city tour.

“Isinya tentang sejarah Kota Tangerang serta infomasi tentang kampung-kampung yang ada di Kota Tangerang. Tiap kampung ada sejarahnya, jadi kami coba untuk kompilasi di sini, sehingga masyarakat tahu asal-usul bentuk kampungnya dahulu,” katanya sembari menunjuk berbagai benda zadul (zaman dulu) yang ada di city gallery.

Selain city gallery, wali kota juga mengajak rombongan untuk melihat secara dekat ruangan Tangerang LIVE Room (TLR) yang menjadi pusat kendali dari berbagai aplikasi dan informasi yang dimiliki Pemkot Tangerang.

“Dengan adanya TLR, sangat membantu untuk bisa mengintegrasikan aplikasi dan informasi, sehingga dapat saling menunjang,” ujarnya.

Ia mengajak kepada pimpinan atau perwakilan kepala daerah yang hadir dalam kunjungan tersebut, untuk dapat berkolaborasi dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik melalui konsep smart city.

“Kami dengan terbuka dan siap untuk berkolaborasi dengan teman-teman dari daerah lain dalam mewujudkan penerapan smart city di Indonesia,” ucapnya.

Diajak borong oleh-oleh

Kegiatan Rakorkomwil III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang diselenggarakan di Kota Tangerang, tak disia-siakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) untuk menjajakan berbagai makanan dan produk oleh-oleh khas Kota Tangerang.

Bertempat di Lobby Gedung Puspem Kota Tangerang, berbagai produk mulai dari makanan olahan UMKM, Batik Khas Tangerang, Kecap SH, serta berbagai produk kerajinan tangan lainnya diperlihatkan.

“Persiapan city tour kami memasukan produk-produk UMKM yang ada di Kota Tangerang, dengan ini kami membantu para pelaku usaha dalam memasarkan produknya,” tutur Melidia selaku Staf Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang yang berjaga di stan.

Ia menambahkan, gelaran city tour menjadi ajang tersendiri bagi UMKM Kota Tangerang untuk menunjukkan eksistensinya.

“Bahwa, berbagai produk yang dibuat oleh UMKM tidak kalah bagusnya, sehingga mereka juga semakin termotivasi untuk membuat kemasan produk yang semakin menarik. Dalam city tour kali ini, 80 UMKM ikut menjajakan produknya, sehingga yang diperjualbelikan sangat beragam dan sebelumnya UMKM yang ikut serta sudah kami lakukan pembinaan terlebih dahulu,” katanya.

Meni seorang peserta APEKSI asal Kota Tegal menuturkan, ketertarikannya dengan corak batik khas Kota Tangerang. Dengan perpaduan warna-warni “ngejreng”, dia langsung terpikat saat melihat deretan batik yang berjejer rapi.

“Yang menjadi perhatian saya produk batik yang berjejer rapi, karena corak dan dominasi warnanya mentereng menjadi ciri khas Kota Tangerang yang berbeda dengan batik-batik di daerah lain. Bentuk-bentuknya juga unik, ikon-ikon kota ya, saya sudah beli, senang bisa berkunjung ke Kota Tangerang dan membeli oleh-oleh khasnya,” ujarnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here