Rakor Dakwah Nasional MUI, Rumuskan Standardisasi Dai

Wakil Presiden Ma'ruf Amin secara resmi membuka Rapat Koordinasi Dakwah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Puri Agung, Grand Balroom, Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (2/12/2019) malam.*

SERANG, (KB).- Wakil Presiden Ma’ruf Amin secara resmi membuka Rapat Koordinasi Dakwah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Puri Agung, Grand Balroom, Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (2/12/2019) malam.

Rakor Dakwah Nasional ini akan membahas isu-isu terkait kegiatan dakwah. Misalnya, peningkatan kapasitas dai/daiyah, standardisasi dai hingga perumusan strategi dakwah di era millenial.

Hadir dalam Rapat Koordinasi Dakwah Nasional Menkopolhukam Mahfud MD, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid dan Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI seluruh Indonesia. Dari MUI Provinsi Banten diwakili Sekretaris Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Provinsi Banten. Dr. H. Fadlullah, S.Ag. MSi.

Saat dihubungi Kabar Banten, Fadhlullah mengatakan kompetensi da’i terkait dengan penguasaan materi dakwah dari sumber ajaran Islam yakni Alqur’an dan hadits. Di sisi lain, kata dia, penguasaan materi dakwah dari sumber khazanah intelektual muslim yang otoritatif.

Sedangkan integritas, ucap dia, terkait komitmen moral untuk memperjuangkan aspirasi umat Islam. Termasuk menjaga dan melestarikan pemikiran untuk Islam yang telah menjadi kesepakatan bersama seperti ideologi bangsa Pancasila UUD 1945 NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Meskipun da’i bersertifikat itu penting, tutur dia, bukan berarti yang belum bersertifikat tidak boleh berdakwah. Hanya saja, kata dia, perlu wawasan kebangsaan dalam berdakwah sehingga kita menjadi pelopor kerukunan sekaligus pemandu kemajemukan ideologi.

Menurut dia, komitmen MUI sebagaimana disampaikan Wamen Agama Zainut Tauhid adalah mengupayakan agar setiap peraturan perundang-undangan yang disusun pemerintah bersama DPR RI sesuai dengan ajaran Islam dan selaras dengan aspirasi umat Islam Indonesia.

“Dengan demikian terwujud Islam Kaffah ma’al Mitsaq”. Cita-cita politik umat Islam terwujud bersama pelaksanaan Mitsaq berupa ideologi bangsa yakni Pancasila dan konstitusi UUD 1945,” kata Fadhlullah.

Sementara itu, Menkopolhukam Mahfudz MD menekankan aga dakwah Islam itu menyejukkan. Menyeru kepada kedamaian dan mengajak kepada kebaikan untuk kesejahteraan bersama. Tidak menakutnakuti mengancam stau mendiskreditkan pihak lain.

“Dakwah harus mengarah pada membangun harmoni dan perdamaian baik di internal umat dan antar umat beragama, bahkan kepada musuh pun harus berlaku baik seperti peristiwa fathu Mekkah,” katanya.

Berdasarkan keterangan dari MUI, Komisi Dakwah MUI menggelar Rakor Dakwah Nasional dalam rangka standardisasi Dai MUI. Di rapat itu, para dai akan menandatangani pakta integritas bahwa dai akan berdakwah sesuai pedoman dakwah islam wasathiyah MUI. (MH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here