Rakernas 2019, FKPT Banten Concern Lakukan Kontra Radikalisasi

JAKARTA, (KB).- Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten akan concern melaksanakan upaya pencegahan dengan pelibatan masyarakat secara masif dan mengajak pemerintah Provinsi Banten untuk dapat lebih memperhatikan upaya-upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di Provinsi Banten.

Hal tersebut diungkapkan ketua FKPT Provinsi Banten Brigjen Pol (Purn) Hj. Rumiah Kartoredjo saat mengikuti pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FKPT yang dilaksanakan Ahad hingga Rabu (17-20/2/2019), di Mercure Hotel Jakarta.

Rumiah mengatakan, hal tersebut dikarenakan Banten merupakan salah satu daerah yang perlu diwaspadai mengingat secara demografi Provinsi Banten selain penyangga DKI Jakarta juga sebagai daerah penghubung antara pulau Sumatera dan Jawa, ujarnya.

Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Republik Indonesia Dr. Hj. Andi Intang Dulung dalam laporannya mengatakan, bahwa sebanyak 278 peserta mengikuti kegiatan Rakernas terdiri dari perwakilan 32 FKPT se-Indonesia.

“Kegiatan bertujuan untuk melakukan pemutakhiran data terkait upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di daerah, menghimpun saran dan masukan dari seluruh FKPT terkait kearifan lokal masing-masing daerah, serta menetapkan program kerja BNPT melalui FKPT Tahun Anggaran 2019,” ujarnya.

Ia mengatakan, hasil yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah tersampaikannya program BNPT tahun 2019, program dan kegiatan di 32 FKPT se-Indonesia dan menghimpun saran serta masukan dari selutuh FKPT se-Indonesia, ujarnya.

Pengurus FKPT Banten mengikuti Rakernas FKPT 2019 di Jakarta.*

Sementara itu, Kepala BNPT Republik Indonesia Komisaris Jendral Polisi Drs. Suhardi Alius dalam sambutannya mengatakan, fenomena global saat ini menciptakan interkoneksi setiap kejadian, peristiwa dan informasi secara mendunia. Sehingga upaya-upaya pencegahan radikalisme dan terorisme, kontra radikalisasi dan deradikalisasi harus juga dilaksanakan secara masif di jejaring intenet atau sering dikatakan sebegai perang asimetris.

Suhardi meminta kepada seluruh FKPT dan juga mendorong seluruh Kepala Daerah baik provinsi maupun Kabupten/Kota untuk dapat melakukan inventarisasi kearifan lokal, melakukan redefinisi kearifan lokal kemana arah filosofi kearifan lokal daerahnya, memformulasi kearifan lokal untuk menjaga keutuhan bangsa dan memegang teguh NKRI serta melakukan transfer technolgy baik bottom up maupun top down, ujarnya.

Pada Rakernas FKPT kali ini, pengurus FKPT Banten yang hadir adalah Brigjen Pol (Purn) Hj. Rumiah Kartoredjo, MH (Ketua), Dr. H. Amas Tadjuddin, S.Ag., MM (Sekretaris), Hj. Edah Junaedah, SH., MH (Bendahara), H. Ahmad Imron, SE., M.Si (Bidang Agama dan Dakwah), Ikhwanudin Syarif, M.Si (Bidang Pemuda & Perempuan), Toni Anwar Mahmud, S.Sos.,M.Si (Bidang Media Massa & Kehumasan), serta Eneng Purwanti, MA (Bidang Kajian dan Riset). (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here