Rachmat Ginandjar Kembali Terpilih Jadi Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat

Rachmat Ginandjar Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat Terpilih (duduk kedua dari kiri) di dampingi Komisaris Utama dan Komisaris PT Fajar Pikiran Rakyat (duduk) berfoto bersama Komisaris dan Jajaran Direksi PT Pikiran Rakyat serta Ketua Koperasi PR seusai RUPS LB 2018, di aula Kantor Pikiran Rakyat Bandung.*

BANDUNG, (KB).- Rachmat Ginandjar kembali terpilih menjadi Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat (perusahaan penerbit HU Kabar Banten) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Fajar Pikiran Rakyat 2018 di Bandung, Jumat (23/11/2018).

Sebagaimana putusan RUPS LB, Rachmat mendapat amanah sebagai direksi selama lima tahun (2018-2023). Selain itu, RUPS LB PT Fajar Pikiran Rakyat menyetujui perubahan Anggaran Dasar PT Fajar Pikiran Rakyat dan menerima program kerja yang disampaikan Rachmat dalam RUPS LB tersebut.

Selain memilih Rachmat Ginandjar sebagai Direktur, RUPS LB PT Fajar Pikiran Rakyat juga memilih kembali Tubagus Dien Nugraha menjadi Komisaris Utama PT Fajar Pikiran Rakyat, serta Dadang Kurnia dan Sutrisno sebagai Komisaris PT Fajar Pikiran Rakyat.

RUPS LB PT Fajar Pikiran Rakyat dihadiri seluruh Direksi dan Komisari PT Pikiran Rakyat yang mewakili PT Pikiran Rakyat sebagai pemilik saham PT Fajar Pikiran Rakyat. Mereka adalah Perdana Alamsjah (Direktur Utama), Januar P Ruswita (Direktur Bisnis), dan Kartono Sarkim (Direktur Operasional).

Sementara Komisaris PT Pikiran Rakyat yang hadir adalah Sion Surantha Brahmana (Komisaris Utama), Haris Darmawan (Komisaris), dan Erick Parikesit (Komisaris). Hadir pula Ketua Koperasi Pikiran Rakyat (Kopkar PR) Hazmirullah, mewakili Kopkar PR sebagai pemilik saham PT Fajar Pikiran Rakyat.

“Alhamdulillah RUPS LB yang beragendakan pemilihan Direksi dan Komisaris PT Fajar Pikiran Rakyat ini berjalan lancar. Mudah-mudahan kami mampu mengemban amanah pemilik saham,” kata Rachmat kepada Kabar Banten.

Rachmat mengaku memiliki tugas yang relatif berat dalam menjalankan roda perusahaan ke depan. Seperti diketahui, kata Rachmat, berbagai jenis usaha saat ini terancam dan sebagian sudah terkena dampat perkembangan teknologi digital dan disrupsi inovasi. Oleh karena itu, lanjut Rachmat, pengurus peseroan ke depan dituntut mampu beradaptasi dan responsif terhadap perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Selain itu, pengelola perusahaan dan karyawannya dituntut inovatif dan kreatif.

“Sudah banyak contoh perusahaan besar yang ditutup karena tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ini adalah pengalaman yang bisa dijadikan contoh bagi perusahaan,” ujarnya.

Pada bagian lain, Rachmat menjelaskan, dalam upaya menjalankan amanah pemilik saham, ia akan mengajak seluruh karyawan untuk bahu membahu meningkatkan kinerja dan membangun kerja sama yang semakin solid. “Bekerja di perusahaan media ini mutlak diperlukan kerja kolektif, kreatif, inovatif, dan tahan bantingan,” katanya. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here