Jumat, 22 Februari 2019

Rabeg Sepanjang 2018, Diskominfo Kota Serang Klaim 224 Aduan Terselesaikan

SERANG, (KB).- Sebanyak 224 aduan yang masuk melalui aplikasi Reaksi Atas Berita Warga (Rabeg) sepanjang 2018 telah diselesaikan Pemkot Serang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang Hari W Pamungkas mengatakan, hingga Desember 2018 tercatat 224 aduan telah diselesaikan dengan baik tanpa ada yang tertunda.

“Dari mulai launching sampai Desember 2018 itu ada 224 aduan dan semuanya terselesaikan dengan baik. Jadi, langsung direspons dan dikerjakan oleh masing-masing pihak terkait,” katanya.

Ia menuturkan, aduan tersebut diselesaikan, karena semuanya langsung ditindaklanjuti. Pihaknya juga memiliki standar operasional prosedur (SOP) untuk pengerjaannya.

“Kami kan memiliki SOP, yaitu 3×24 jam itu aduan harus selesai. Jadi, tidak usah berbeli-belit dan memperlambat,” ujarnya.

Ia mengatakan, dari 224 aduan tersebut, yang paling banyak dilaporkan, adalah tentang penerangan jalan umum (PJU). Kemudian, sarana dan prasarana, seperti jalan rusak, drainase, dan kenyamanan, serta ketertiban masyarakat.

“Yang paling banyak aduan itu terkait aduan PJU. Kemudian, sarana prasarana, contohnya jalan, drainase, lalu jalan rusak dan berlubang hingga anak jalanan. Ada lagi, terkait kenyamanan dan ketertiban masyarakat, seperti suara yang terlalu bising itu diadukan oleh masyarakat,” ucapnya.

Ia menuturkan, jika dibandingkan dengan daerah lain, jumlah tersebut masih sangat kecil. “Ya, misalnya Kota Bandung dalam sehari bisa mencapai 30 aduan. Kan jauh ya jumlahnya dari Kota Serang. Pada 2019, total aduan masuk baru sekitar 19,” tuturnya.

Ia mengatakan, Pemkot Serang akan meluncurkan program layanan telepon gawat darurat dengan nomor 112 pada Senin (11/2/2019) mendatang.

“Jadi, cukup dengan menekan tombol 112. Semuanya bisa, terkait apapun keluhan masyarakat, khususnya Kota Serang. Mulai dari laporan sarana prasarana sampai dengan keselamatan nyawa seseorang itu bisa langsung tekan 112. Langsung kami sambungkan,” katanya.

Ia menuturkan, line telepon tersebut, akan tersambung ke Diskominfo. Selanjutnya, disebar ke OPD atau pihak yang berwenang. “Kami yang akan menyebarkan ke seluruh stakeholder terkait, misalnya kepada kepolisian, mobil ambulans, terus pelaporan anak jalanan, pohon tumbang, kemudian jalan rusak, semuanya,” ujarnya.

Menurut dia, layanan tersebut tidak jauh berbeda dengan aplikasi Rabeg. Bedanya, layanan tersebut, menggunakan suara, sementara Rabeg lewat internet.

“Itu basic-nya, adalah suara, tidak jauh berbeda dari Rabeg. Cuma, kalau layanan ini lebih mengarah ke suara, sedangkan Rabeg itu dunia maya atau internet. Program layanan ini juga tersedia selama 24 jam nonstop,” ucapnya. (Rizki Putri)*


Sekilas Info

IPM Kota Serang Ditarget Naik 0,10 Persen Setiap Tahun

SERANG, (KB).- Indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Serang ditargetkan terus mengalami kenaikan 0,10 persen setiap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *