Rabu, 26 September 2018

Rabeg, Kuliner Melegenda di Bumi Banten

Bagi para pecinta kuliner, saat berkunjung ke Provinsi Banten jangan sampai melupakan dan menikmati ‘rabeg’ makanan melegenda yang ada sejak zaman kesultanan. Bahkan, makanan tersebut menjadi makanan favorit sultan.

Makanan yang terbuat dari olahan jeroan kambing ini konon merupakan makanan kesukaan Sang Sultan Banten. Hingga sekarang, rabeg masih menjadi sajian populer di Provinsi Banten.

Bumbu dasar rabeg adalah bawang merah, bawang putih, dan lada putih. Sementara tambahannya ada bumbu-bumbu penunjang lainnya, yaitu biji pala, kayumanis, jahe, lengkuas, dan cabai rawit. Kelengkapan ini menunjukkan mengapa citarasa pedas masakan rabeg ini sungguh kompleks, diperoleh dari lada putih, cabai rawit, dan jahe.

Dikutip dari laman dispar.bantenprov.go.id, rabeg tersebut merupakan hidangan khas Banten yang berawal dari perjalanan Sultan Maulana Hasanuddin yang pergi berhaji pada Abad 17. Waktu itu, sang penguasa ujung barat pulau Jawa dan sebagian Sumatera bagian selatan ini mendarat di sebuah kota wilayah Kerajaan Saudi Arabia bernama Rabiq.

Sultan Banten sangat terkesan dengan keindahan kota itu. Beliau juga sempat bersantap dengan lahap di kota itu setelah berminggu-minggu mengarungi samudra. Sepulang kembali ke Banten, kenangan tentang kota Rabiq di Provinsi Mekkah itu membuat Sultan menitahkan juru masak istana untuk memasak daging kambing. Dalam perjalanan waktu, istilah Rabiq berganti menjadi rabeg.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, rabeg merupakan sajian khas Banten yang cukup melegenda. Tidak hanya karena rasanya, namun juga nilai historis yang terkandung. “Rabeg sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Banten. Rabeg juga ikon wisata kuliner tanah Banten,” tutur Eneng. (Endang Mulyana)*


Sekilas Info

Serentaun Kasepuhan Citorek, Menjaga Tradisi Mendongkrak Sektor Kepariwisataan

RITUAL adat tahunan komunitas masyarakat adat Kaolotan atau Kasepuhan di masyarakat adat Baduy di Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *