PWNU Banten Resmi Dilantik, Satukan Jasad dan Roh Nahdlatul Ulama di Banten

SERANG, (KB).- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten resmi dilantik di Alun-alun Barat Kota Serang, Sabtu (13/10/2018). Pada Pelantikan tersebut, PWNU Banten menyatakan ingin menyatukan jasad dan roh Nahdlatul Ulama (NU) di Banten.

Hadir pada pelantikan tersebut, mantan rais am PBNU yang saat ini sebagai mustasyar, Ma’ruf Amin, Gubernur Banten, Wahidin Halim, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, Kapolda Banten, Brigjen Pol Teddi Minahasa, serta beberapa perwakilan dari PBNU, di antaranya Abdul Manan, Robikin, dan Eman Suryaman.

Ketua PWNU Banten, Bunyamin memohon doa dan arahan kepada kiai dan ulama yang hadir untuk bisa menyatukan jasad dan roh NU di Banten. Selama ini, menurut dia, NU dikenal lahir dari Surabaya, sedangkan para guru pendiri NU ada di Banten. “PWNU Banten tidak hanya disebut lagi sebagai rohnya, dari dulu PWNU jasadnya di Surabaya dan rohnya di Banten,” katanya dalam sambutan.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Gubernur, Wakil Gubernur, dan Kapolda beserta unsurnya yang sudah menghadiri dan menyukseskan acara. Kepada pengurus PWNU Banten, dia mengajak, untuk berjuang bersama masyarakat, untuk bisa menyatukan jasad dan roh NU. “NU sudah menyatu roh dan jasadnya,” ucapnya.

Perwakilan PBNU, Robikin dalam sambutan mengingatkan dua tugas NU yang diemban pengurus PWNU Banten yang baru dilantik. Menurut dia, ada dua tugas NU, yakni amanah keagamaan dan amanah kebangsaan. “NU didirikan dengan dua tugas, tugas yang pertama mengemban amanah keagamaan, memikul tanggung jawab keislaman, yang kedua amanah kebangsaan, memikul tanggung jawab kenegaraan,” ujarnya.

Tugas keagaamaan, tutur dia, yakni mengamalkan, menyebarluaskan, dan mendakwahkan Islam ahli sunah waljamaah yang moderat dan toleran, yang ramah dan damai. Bukan Islam yang marah, radikal, dan liberal, sedangkan tugas kebangsaan, yakni menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. “Ketika ada HTI, maka kemudian NU mendesak kepada pemerintah, untuk membubarkannya,” ucapnya.

Bahkan, menurut dia, Ma’ruf Amin tidak terlepas dari dua tugas tersebut. Untuk mengefektifkan dua tugas tersebut, maka Ma’ruf Amin melaksanakan dari jalan berbeda untuk lebih memudahkan dua tugas tersebut, yakni melalui jabatan struktural. “Jadi, Kiai Ma’ruf tidak mengejar jabatan politik, beliau mengejar tugas yang sebelumnya di NU sebagai rais am, sekarang beliau berusaha memanggul dua tugas itu melalui jabatan struktural,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Banten, Wahidin Halim dalam sambutan menuturkan, tidak meragukan kuantitas dari jamaah NU. Bahkan, di Banten, menurut dia, bisa mencapai 90 persen. “Kalau soal umat jangan diragukan lagi, jamaah di NU itu luar biasa,” katanya. Ia menceritakan bagaimana merevitalisasi Kawasan Kesultanan Banten yang menjadi kebanggaan Banten dan umat Islam. “Saya ingin Banten maju, cemerlang hari ini, dan ke depan,” ujarnya. (Masykur)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here