Selasa, 21 Agustus 2018

Puting Beliung Sapu Dua Kecamatan, Ratusan Rumah Rusak

SERANG, (KB).- Ratusan rumah di dua kecamatan yakni, Pamarayan dan Bandung tersapu bencana puting beliung, Sabtu (21/10/2017). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun ratusan rumah  mengalami rusak ringan, sedang, dan juga berat. Berdasarkan informasi yang dihimpun Kabar Banten dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, total bangunan yang mengalami kerusakan di Kecamatan Pamarayan mencapai 161 bangunan.

Rinciannya, sebanyak 141 rumah dan 3 fasum mengalami kondisi rusak ringan, 6 rumah rusak sedang, 2 rumah rusak berat. Sementara di wilayah Kecamatan Bandung terdapat 11 rumah yang mengalami rusak ringan. Rinciannya, di Desa Malabar terdapat 1 unit rumah rusak ringan, Desa Parunpung 3 unit rumah rusak ringan, Desa Bandung 1 unit rumah rusak ringan, Desa Panamping 6 unit rumah rusak ringan. Kondisi terakhir dari sebagian besar bangunan yang mengalami kerusakan tersebut sudah mendapatkan perbaikan. Warga sekitar pun sudah bisa menempati rumahnya kembali. Sementara kondisi rumah yang mengalami kerusakan sangat parah hanyalah milik Emen (50), warga Kampung Cayur Lebak, Desa Kampung Baru. Sebab rumah tersebut ambruk total.

Anggota Tagana BPBD Kabupaten Serang Jhoni Ewangga mengatakan, TRC Kabupaten Serang telah melakukan assessment di dua kecamatan tersebut. Selain itu, tim bantuan logistik pun sudah diberangkatkan untuk melakukan pendistribusian bantuan. Sedangkan tim rekonstruksi dan rehabilitasi diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan analisa kerugian. “Untuk data masih akan divalidasi lagi besok (hari ini). Ini data sementara, karena masih ada laporan tadi jam 7 di Cikeusal,” ujarnya, Ahad (22/10/2017).

Pantauan di lokasi kejadian, sejumlah warga tampak sedang sibuk membenahi rumah-rumahnya yang mengalami kerusakan. Secara umum, kerusakan terjadi pada bagian genteng atau pun atapnya. Selain itu, sejumlah pohon-pohon pun tampak tumbang dan beberapa menimpa kabel listrik. Di lokasi juga tampak tim BPBD Kabupaten Serang dan juga tim dari PLN sedang memantau lokasi dan melakukan perbaikan di sejumlah kabel listrik yang terputus.

Sementara itu, Danramil 0220/Pamarayan Kapten Inf. Aryadi, yang juga telah melakukan assessment lapangan mengatakan, total bangunan yang mengalami kerusakan di Kecamatan Pamarayan mencapai 195 bangunan dengan kondisi rusak ringan, 7 unit rumah rusak sedang, 11 unit rumah rusak berat. Rinciannya, Desa Kampung Baru 146 rumah rusak ringan, 7 unit rusak sedang, 8 unit rusak berat. Desa Pasir Limus, 25 unit rumah rusak ringan, 3 unit rusak berat. Desa Wirana, 4 unit rumah rusak ringan. Desa Pasir Kembang, 1 unit rumah rusak ringan. Desa Pudar, 19 unit rumah rusak ringan.

Sedangkan untuk Kecamatan Bandung, total bangunan yang mengalami kerusakan mencapai 49 unit rumah dengan kondisi rusak ringan dan 1 unit toko matrial rusak berat. Rinciannya, Desa Malabar sebanyak 22 unit rumah mengalami rusak ringan dan 1 toko matrial rusak berat. Desa Mander sebanyak 4 unit rumah rusak ringan. Desa Panamping sebanyak 8 unit rumah mengalami rusak ringan. Desa Bandung sebanyak 13 unit rumah mengalami rusak ringan. “Sebagian rumah warga yang mengalami rusak ringan sudah diperbaiki oleh masing-masing,” ujarnya.

Pohon tumbang

Camat Pamarayan Supiyanto mengatakan, akibat hujan deras yang disertai angin kencang tersebut setidaknya 5 desa di wilayahnya terkena dampak. Kelima desa tersebut yakni Desa Kampung Baru, Desa Pasir Limus, Desa Pasir Kembang, Desa Wirana dan Desa Pudar. “Iya ada 5 desa yang cukup parah, ada pun desa lainnya hanya ringan saja seperti gentengnya. Kalau jumlah rumah sedang didata oleh tim BPBD Kabupaten Serang dan Kecamatan Pamarayan,” ucapnya.

Ia menuturkan, selain rumah warga yang menjadi korban, di lokasi juga banyak pohon yang tumbang dan kemudian menimpa kabel listrik. Akibatnya arus listrik di Kecamatan Pamarayan pun sempat terganggu. “Itu di Desa Damping sama Pasir Limus,” tuturnya. Menurut dia, untuk sementara pasca terjadinya bencana tersebut warga sekitar langsung bergotong royong saling bahu membahu. Mereka saling bantu untuk membetulkan rumah yang mengalami rusak ringan. “Kalau kerusakan rumah itu lebih dari 100 rumah. Sebagian rusak ringan, sedang dan beberapa rumah rusak berat,” katanya.

Ia mengatakan, semua kejadian tersebut akan dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Serang. Tujuannya agar warga tersebut bisa segera mendapatkan bantuan. “Semuanya dilaporkan ke Pemkab Serang,” katanya. Warga Desa Malabar, Kecamatan Bandung, Erwin mengatakan, hujan deras yang terjadi pada Sabtu lalu sempat membuat masyarakat panik. Sebab hujan tersebut disertai angin kencang yang menghempaskan beberapa bagian rumah warga. “Betul pada hancur semua,” ujarnya. Walau demikian, dirinya mengaku bersyukur sebab pasca kejadian bencana tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. “Di Bandung ada dua kampung yang kena itu, yang arah ke Pamarayan itu. Tapi alhamdulillah enggak ada korban jiwa mah,” ucapnya. (DN)***


Sekilas Info

LAZ Harfa Banten Gelar Sholat Ghaib dan Doa Bersama Untuk Korban Gempa Lombok

SERANG, (KB).- Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten menggelar sholat ghaib dan doa bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *