Rabu, 22 Agustus 2018

Puting Beliung Sapu 2 Kampung di Cikande

Sebanyak 7 unit rumah milik warga Kampung Cibeureum dan Pabuaran, Desa Cikande, Kecamatan Cikande rata disapu puting beliung, Kamis (16/11/2017). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa cuaca ekstrem tersebut, namun setidaknya 100 rumah milik warga sekitar mengalami rusak sedang, berat dan ringan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kabar Banten, peristiwa cuaca ekstrem tersebut terjadi sekitar pukul 15.00. Pada saat itu hujan lebat disertai angin kencang terjadi di wilayah Desa Cikande. Angin kencang yang terjadi sekitar 1 jam tersebut sempat membuat panik warga sekitar.

Camat Cikande Ajat Sudrajat mengatakan, peristiwa yang menimpa daerahnya tersebut telah menghempaskan dua kampung yang berada di Desa Cikande. Akibat peristiwa itu, sebanyak 7 rumah porak poranda dan tidak bisa terselamatkan. “Ada 7 rumah yang rata dengan tanah,” ujar Ajat, kemarin.

Ia menuturkan, selain rumah yang hancur, ada 100 rumah yang saat ini kondisinya mengalami rusak ringan, sedang dan juga berat. Walau demikian, tidak ada korban jiwa yang terjadi dalam peristiwa naas tersebut. “Enggak ada kalau korban jiwa mah,” ucapnya.

Pasca mendapatkan laporan tersebut, ujar dia, sekitar pukul 16.05 pihaknya pun segera melaporkan peristiwa tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang melalui saluran aplikasi whatsApp. Sekitar pukul 16.40, tim Pusdalops-PB dan TRC BPBD Kabupaten Serang pun tiba di lokasi kejadian bencana.

Mereka pun langsung melakukan assessment dan terus memantau perkembangan yang terjadi.
Ajat menuturkan, untuk sementara warga yang rumahnya hancur tersebut terpaksa mengungsi di rumah tetangga maupun saudara terdekatnya. Sebab rumah mereka sudah tidak bisa ditempati dan perlu pertolongan secara cepat. “Ngungsi di rumah tetangga atau sanak saudaranya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cikande, Oman Saputra mengatakan, kejadian tersebut rentang waktunya tidak terlalu lama hanya sekitar 1 jam. Namun waktu yang singkat itu telah membuat banyak sekali kerusakan di wilayahnya. “Kejadian itu sekitar 1 jam. Kerusakan sendiri banyak sekali, genteng yang berjatuhan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pada saat kejadian, warga semuanya sedang berada di rumah masing-masing. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun salah seorang warganya sempat ada yang terjepit genteng. Namun korban tidak mengalami luka serius, dan langsung dilarikan ke tukang urut. “Tidak luka parah kok,” katanya.

Pada saat kejadian, dirinya pun tidak sempat melihat angin kencang itu. Sebab untuk tempat tinggalnya memang tidak terkena imbas angin tersebut. “Di kampung saya enggak ada. Ada empat titik yang kena itu, di Kampung Pabuaran ada 3 RT, dan di Kampung Cibereum sisanya,” ucapnya.

Sampai saat ini, pihaknya pun masih belum bisa menaksir jumlah kerugian materil yang dialami oleh warganya tersebut. Sebab saat ini pendataan masih terus dilakukan. “Kerugian masih belum tahu,” tuturnya. (Dindin Hasanudin)***


Sekilas Info

LAZ Harfa Banten Gelar Sholat Ghaib dan Doa Bersama Untuk Korban Gempa Lombok

SERANG, (KB).- Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten menggelar sholat ghaib dan doa bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *