Pupuk Langka, Ini Yang Dilakukan Petani di Kabupaten Lebak

LEBAK, (KB).- Sejumlah petani di Kabupaten Lebak mendesak pemerintah segera mencarikan solusi terkait kelangkaan pupuk phonska/NPK di wilayah tersebut. Sebab, petani sangat membutuhkan pupuk guna menunjang kebutuhan produksi tanaman padi.

Salah seorang petani di Kecamatan Malingping, Salahuddin mengaku, hingga saat ini ia dan petani lainnya belum memperoleh pupuk phonska/NPK. Padahal, saat ini tanaman padi miliknya yang berusia masa tanam sekitar sepuluh hari sangat membutuhkan pupuk jenis tersebut.

”Kami sudah kemana-mana nyari pupuk. Tapi, belum berhasil mendapatkannya. Terpaksa sampai sekarang belum dipupuk,” katanya, Kamis (18/6/2020).

Ia menuturkan, dirinya dan sejumlah petani di wilayah tersebut saat ini waswas akan keberlangsungan tanaman padi yang berimbas pada produksi. Terlebih, menanam padi merupakan aktivitas yang menjadi andalan warga di wilayahnya.

“Karena itu, kami meminta agar pemerintah segera mencarikan solusi agar pupuk yang dibutuhkan, seperti phonska/NPK segera tersedia,” ujarnya.

Hampir senada disampaikan petani lainnya, Eman. Ia mengatakan, untuk meningkatkan produksi padi, pemerintah melalui Kementerian pertanian (Kementan) telah menganjurkan penggunaan pupuk, dengan perbandingan kebutuhan pupuk satu hektare sawah diperlukan organik 500 kilogram, phonska/NPK 300 kilogram dan urea 200 kilogram.

”Untuk optimalnya hasil panen pemerintah sudah menganjurkan penggunaan pupuk. Namun anehnya, giliran petani butuh pupuk yang dibutuhkan sesuai anjuran, pemerintah salah satu jenis pupuk yakni phonska/NPK langka. Bagaimana kami tidak cemas,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pupuk wilayah Lebak Selatan Imam Taufik mengatakan, penyedia pupuk di Banten ada dua yakni PT Pupuk Kujang yang menyediakan pupuk organik dan pupuk urea serta PT Petro Kimia Gresik penyedia pupuk jenis NPK/PHONSKA /SP-36 dan ZA.

”Untuk pupuk organik dan urea saya bisa menjamin aman karena stok di gudang masih banyak. Tetapi, untuk pupuk seperti phonska/NPK saya tidak menjamin akan memenuhi kebutuhan para petani karena stoknya sangat sedikit,” tuturnya. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here