Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak Diprediksi H-5

CILEGON, (KB).- Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik di Pelabuhan Merak akan terjadi pada H-5 Lebaran Idulfitri atau Sabtu (1/6/2019) dini hari. Penumpukan kendaraan pun diduga akan mengular hingga 13 kilometer, yakni mulai pintu gerbang Pelabuhan Merak tembus hingga KM 91 Tol Serang – Tangerang.

Pada dini hari itu, kemacetan diprediksi akan bertahan selama lima jam yaitu mulai Jumat (31/5/2019) pukul 22.00 WIB hingga Sabtu (1/6/2019) pukul 03.00 WIB. Asumsi itu, terjadi jika para pemudik masih melakukan pola perjalanan seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni terpusat di malam hari. Oleh sebab itu, tidak henti-hentinya pemerintah mengimbau agar masyarakat mau melakukan perjalanan mudik di siang hari.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten Nurhadi mengatakan, beban puncak arus mudik tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pada puncak arus mudik 2018, kemacetan mengular hanya hingga gerbang Tol Cilegon Barat. “Kemungkinan di tahun ini, kemacetan bisa mengular hingga KM 91. Bukan lagi gerbang Tol Cilegon Barat,” katanya saat dihubungi melalui telepon genggam, Ahad (12/5/2019).

Hal lain yang meyakinkan pemerintah tentang prediksi kemacetan parah pada arus mudik saat ini, tidak lain karena pemberlakuan Tol Trans Sumatera. Dimana beberapa ruas tol dari Terbanggi Besar, Lampung, hingga Kayu Agung, Palembang, masih bersifat fungsional, dengan kata lain hanya dibuka di siang hari. “Karena beberapa ruas Tol Trans Sumatera masih fungsional, para pemudik masih akan menghindari perjalanan di malam hari,” ujarnya.

Menurut Nurhadi, inilah yang mendorong pemerintah terus mencari alternatif guna memecah kemacetan tersebut. Seperti penerapan sistem ganjil genap, pembedaan tarif tiket siang dan malam, layanan tiket online, hingga pemindahan jalur truk ke Tanjung Priok, Jakarta. “Ini masih terus kami rapatkan, sistem ganjil genap pun sifatnya masih berbentuk imbauan. Jadi kalau ada mobil berplat ganjil mau menyeberang di jam genap, tetap kami seberangkan. Masa ditahan,” ujarnya.

Opsi lain yang ikut dikaji adalah penggunaan pelabuhan-pelabuhan barang sebagai pelabuhan alternatif penyeberangan menuju Lampung. Seperti Pelabuhan Bojonegara, Pelabuhan Indah Kiat Pulp and Papper (IKPP), Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Banten di Kecamatan Ciwandan, serta pelabuhan-pelabuhan lainnya. “Intinya sih akan memanfaatkan pelabuhan di sekitar sini,” tuturnya.

Lebih lanjut Nurhadi mengatakan, ada 36 kapal dari total 69 Kapal Motor Penumpang (KMP) yang siap beroperasi pada arus mudik nanti. Sebanyak 36 kapal tersebut memiliki ukuran besar dengan kapasitas angkut yang banyak. “Kapal-kapal yang kecil nanti akan beropeasi di pelabuhan alternatif nanti. Ini pun akan terus kami perdalam, kami akan rapatkan hal ini dengan operator pelabuhan dan para pengusaha kapal,” ucapnya.

Kunjungan Menhub dan Menteri PUPR

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, melakukan kunjungan ke Pelabuhan Merak, Sabtu (11/5/2019). Mereka didampingi Kapolda Banten Irjen Pol. Tomsi Tohir, Dirut PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi, Kepala BPTD Wilayah VIII Banten Nurhadi, dan pejabat lain.

Pada kegiatan itu, Menhub Budi Karya Sumadi menilai persiapan arus mudik Pelabuhan Merak sudah matang. “Ini cenderung lebih baik dari tahun sebelumnya, sekarang ini Dermaga Eksekutif sudah beroperasi, dan Dermaga 7 Pelabuhan Merak siap untuk penyeberangan khusus sepeda motor,” katanya.

Terkait penerapan sistem ganjil genap, Menteri Budi mengatakan, jika hal tersebut masih dimatangkan. Namun, ia memastikan terkait pengalihan jalur penyeberangan untuk kendaraan jenis truk.

“Truk sembako, kelontongan, atau BBM, itu kami arahkan ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Bahkan saya juga sudah minta tolong ke Panglima TNI, untuk bantuan kapal berdaya angkut besar guna operasional penyeberangan penumpang menuju Pelabuhan Panjang, Lampung, melalui Tanjung Priok,” ujarnya.

Menteri Budi juga menyinggung pemanfaatan pelabuhan-pelabuhan barang sebagai pelabuhan alternatif penyeberangan penumpang menuju Lampung. Hal itu dilakukan guna mengurangi kemacetan di Pelabuhan Merak. “Kami mendapat amanah dari Pak Presiden, agar mudik sekarang jauh lebih baik. Maka itu kami bahas berbagai alternatifnya,” tuturnya.

Perbaikan jalan dihentikan

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono akan menghentikan seluruh kegiatan perbaikan jalan mulai H-10 Lebaran Idulfitri. Tentunya, ketika penghentian diberlakukan kondisi jalan sudah layak digunakan. “Semuanya harus berhenti di H-10, kondisi jalannya harus sudah layak,” ucapnya.

Terkait kondisi Tol Trans Sumatera, Menteri Basuki mengatakan, jika tol dari Bakauheni hingga Terbanggi Besar, Lampung, dapat digunakan secara maksimal. Hanya saja ruas tol dari Terbanggi Besar, Lampung, hinggga Kayu Agung, Palembang, masih diberlakukan fungsional. “Tol fungsionalnya dengan kondisi badan jalan sudah berupa rigit (beralas beton). Kalau Tol Trans Jawa sudah siap 100 persen, dari gerbang Tol Pulomerak, Banten, hingga Pasuruan Jawa Timur,” tuturnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here