Senin, 15 Oktober 2018
Salah satu ruang kelas di sebuah SMP Kecamatan Bayah yang rusak akibat gempa beberapa waktu lalu.*

Puluhan Sekolah Rusak Akibat Gempa, Disdikbud Tunggu Respons Kemendikbud

LEBAK, (KB).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) R I, hingga saat ini belum merealisasikan bantuan untuk puluhan sekolah yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa di Kabupaten Lebak.

Sekolah yang mengalami kerusakan itu hingga kini tetap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Sehingga, para orangtua murid khawatir bangunannya malah membahayakan putra-putrinya yang belajar di sekolah tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh Kabar Banten dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lebak, sekolah yang rusak akibat guncangan gempa telah dilaporkan ke Kemendikbud, yaitu sebanyak 10 unit SMP, 27 unit SD serta 13 TK dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kepala Disdikbud Lebak, Wawan Ruswandi mengatakan, pihaknya hingga kini masih menunggu kabar balasan terkait pelaporan puluhan gedung sekolah yang rusak dari Kemendikbud. Namun demikian, pihaknya memahami jika bantuan untuk sekolah dari pemerintah pusat biasanya harus melalui proses, sehingga realisasinya tidak bisa dilakukan secara langsung.

”Hingga hari ini, kami masih menunggu informasi selanjutnya dari Kemendikbud terkait laporan dan usulan bantuan untuk puluhan sekolah rusak yang terkena guncangan gempa di Lebak,” ujar Wawan Ruswandi, Ahad (18/2/2018).

Kadisdikbud Wawan menjelaskan, kerusakan yang terjadi pada puluhan sekolah itu tidak terjadi terhadap seluruh ruang kelasnya. Karena itu, pihak sekolah memanfaatkan kelas yang tidak rusak untuk KBM, agar seluruh siswanya tidak tertinggal pelajaran. ”Kami berharap bantuan dari Kemendikbud untuk puluhan sekolah yang rusak bisa direalisasikan dalam waktu dekat,” ucapnya.

Iskandar, orangtua murid SMPN 1 Bayah, mendesak agar pemerintah secepatnya merealisasikan bantuan untuk perbaikan SMPN 1 Bayah yang beberapa waktu lalu rusak karena gempa.
”Bagi kami sebagai orangtua murid tentu merasa khawatir jika kelas yang rusak akibat gempa tidak segera diperbaiki. Dampaknya akan membahayakan para siswa. Atas nama wali murid, berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan perbaikannya,” kata Iskandar. (Lugay/Job)***


Sekilas Info

Baznas Banten Latih Warga Ciladaeun Olah Keripik Pisang dan Gula Semut

LEBAK, (KB).- Sebanyak 32 warga “Kampung Zakat” (penerima manfaat) di Desa Ciladaeun Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *