Puluhan Pemuda Demo Perusahaan Kayu

LEBAK, (KB).- Puluhan pemuda tergabung dalam Aliansi Pemuda Sumberwaras (APS) unjuk rasa di perusahaan kayu PD Candra Mandiri Malingping (CMM) di Kampung Babakan Pagenggang, Desa Sumberwaras, Kecamatan Malingping, Kamis (20/2/2020).

Mereka menuntut agar dalam melaksanakan usahanya mengikuti aturan yang berlaku. Ketua APS Jamal Abdilah mengatakan, perusahaan seharusnya wajib mematuhi Undang-Undang Nomor: 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, bukan malah terkesan melakukan “penindasan” terhadap para pekerjanya atau karyawan.

“Sejauh ini, penerapan sistem jam kerja di perusahaan tidak memanusiakan pekerjanya. Jam masuk ditentukan pukul 08:00 WIB. Tetapi selesai kerja tidak ditentukan,” kata Jamal Abdilah dalam orasinya.

Pihaknya mendesak agar pihak perusahaan segera melakukan pembenahan dengan menganggap karyawannya sebagai manusia serta harus tunduk terhadap peraturan. “Jangan sampai pekerja hanya dijadikan sapi perahan,” ujarnya.

Hal hampir senada dikatakan Erot. Menurutnya, sesuai Undang-Undang Nomor: 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 77 ayat 2 Poin A dan B. Jika perusahaan beroperasi enam hari kerja, maka karyawan bekerja selama tujuh jam setiap harinya dengan hitungan 40 jam kerja setiap minggunya.

“Atau, jika perusahaan beroperasi 5 hari kerja. Maka, karyawan bekerja selama delapan jam setiap harinya dengan hitungan jam kerja,” ucapnya.

Hal itu juga diperkuat dengan Pasal 78 yang berbunyi, selebihnya dihitung lembur dengan catatan jam kerja lembur tidak boleh lebih dari tiga jam setiap harinya. Dalam kasus ini, kuat dugaan PD CMM mengabaikan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: 150 Tahun 1999 Bab II Pasal 2 Point 1 dan 2.

”Dalam Permen sudah jelas, bahwa setiap pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja harian lepas, borongan dan perjanjian kerja waktu tertentu wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja kepada badan penyelenggara,” tuturnya.

Pihaknya mendesak Ketua DPRD Lebak bersama Komisi I, dan mitra kerjanya yang membidangi perizinan dan Komisi III beserta mitra kerjanya yang membidangi ketenagakerjaan untuk melakukan sidak investigasi ke lokasi.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dibantu Koramil Malingping. Unjuk rasa diakhiri dengan dialog antara pihak perusahaan yang dihadiri oleh direktur perusahaan, Darwin. Beberapa kesepakatan, di antaranya terkait jam kerja dan hak karyawan berupa jaminan kesehatan tenaga kerja disepakati. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here