Puluhan Hektare Sawah Dibiarkan tak Produktif

PANDEGLANG, (KB).- Puluhan hektare (ha) lahan persawahan di wilayah Pandeglang Selatan terpaksa dibiarkan tidak produktif. Hal tersebut disebabkan karena faktor kekeringan akibat kemarau panjang.

Menurut informasi, lahan persawahan yang dilanda kekeringan itu terdapat di Kecamatan Panimbang, Cikeusik dan Angsana. Salah seorang warga Cikeusik, Gusti Ramadan mengatakan, di daerahnya masih banyak sawah warga yang belum terairi sehingga tidak produktif.

“Di sini mungkin ada puluhan ha sawah kekeringan. Kondisi tanahnya juga belah dan kering, mungkin sulit mendapatkan pasokan air. Para petani hanya bisa menunggu sampai musim hujan tiba,” kata Gusti Ramadan kepada Kabar Banten, Selasa (19/11/2019).

Ia mengatakan, masyarakat sudah berupaya mencari air untuk mengairi lahannya, namun tetap tidak bisa karena sawah di daerah tersebut merupakan sawah tadah hujan.

“Bukan tidak ada usaha untuk bisa menanam padi, tapi kemungkinan besar kan akibat kekeringan. Sawah petani pun akhirnya hanya hujan turun,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Budi S. Januari menuturkan, beberapa lahan yang dibiarkan tidak produktif itu merupakan lahan tadah hujan. Namun demikian, pihaknya sudah berusaha mencari sumber air untuk sawah, tetapi tidak ditemukan.

“Kalau di daerah seperti Bojong, Picung, Munjul, Angsana, mereka sudah kita dorong untuk mempercepat masa tanam. Tapi kalau di daerah lain memang lahannya masuk tadah hujan dan itu sudah pasti harus menunggu hujan,” tuturnya.

Budi menuturkan, dengan mempercepat masa tanam bagi lahan yang sudah dilakukan pendampingan melalui para pendamping pertanian akan segera dilakukan gerakan pengendalian hama.

“Kalau sudah berjalan masa tanamnya, sawah tadah hujan sudah terairi, maka kami bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah akan melakukan gerakan pengendalian hama bersama,” katanya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here