Puluhan Angkutan Umum Terjaring Razia

CILEGON, (KB).- Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VII Banten dibantu Kepolisian Sektor (Polsek) Pulomerak, Dinas Perhubungan (Dishub) Banten, dan Dishub Cilegon, serta unsur TNI menggelar razia kendaraan umum di Terminal Terpadu Merak, Rabu (28/3/2018). Hasilnya, puluhan angkutan umum (angkum) kedapatan melanggar aturan. Akibatnya, sejumlah kendaraan angkutan terpaksa dikandangkan, sementara sisanya mendapatkan sanksi tilang dan diperbolehkan kembali beroperasi.

Kepala BPTD Wilayah VIII Banten, Johnny Siagian mengatakan, menjelang masa libur wafat Isa Almasih yang jatuh akhir pekan ini, membuat arus kendaraan penumpang diperkirakan akan ada kenaikan. “Sebagai upaya menjaga keselamatan para penumpang angkutan umum, juga berdasarkan Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pengaturan Lalu Lintas pada Masa Libur Panjang Wafat Isa Almasih 2018, maka kami melakukan penertiban angkutan umum yang tidak laik jalan,” katanya.

Hasil kegiatan tersebut, tutur dia, petugas mendapati 89 angkutan melanggar sejumlah aturan. Beberapa di antaranya, bahkan sampai dikandangkan. “Ada 14 bus terjaring. Bus yang dikandangkan seunit, dua ditilang. Angkot 72 unit terjaring razia, 9 kami tilang, 7 kami kandangkan. Taksi yang terjaring razia 3 unit, seunit ditilang. Kalau yang tidak ditilang dan tidak dikandangkan, karena pelanggaran ringan saja kami peringatkan dulu, kalau kembali mengulang akan kami tilang,” ujarnya.

Ia berharap, setelah ditindaknya angkutan umum yang tidak laik jalan. Ia juga berharap, saat libur panjang akhir pekan ini tidak ada kecelakaan lalu lintas dan para pengguna angkutan umum bisa lebih tenang dalam perjalanan. “Petugas kami juga ada yang piket pada libur akhir pekan ini, karena diprediksi ada peningkatan arus kendaraan penumpang, meski tidak begitu signifikan,” ucapnya.

Kapolsek Pulomerak, Kompol Arief Kurniawan menuturkan, beberapa bulan belakangan banyak pengendara angkutan umum yang tidak masuk TTM. “Sebabnya sih bus tidak masuk TTM itu, karena tidak mengikuti peraturan. Sehingga, mereka (pengendara bus) menaikkan dan menurunkan penumpang di pinggir jalan itulah yang menyebabkan kemacetan,” tuturnya. Ia mengatakan, sempat menegur para sopir angkutan yang berhenti sembarangan. Dikarenakan pengemudi tersebut terus membandel, akhirnya dilakukan tindakan tegas. (AH)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here