Pulihkan Trauma, Anak-anak Korban Banjir Dihibur

ANAK-anak di posko pengungsian tampak antusias mengikuti pemulihan trauma yang dilakukan relawan di Lebak, Sabtu (25/1/2020).*

BENCANA banjir yang melanda Kabupaten Lebak di awal tahun 2020 menyisakan trauma bagi warga, khususnya anak-anak. Oleh karena itu, perlu penanganan khusus agar anak-anak kembali ceria meski dalam keterbatasan karena kehilangan rumah.

Seperti yang dilakukan sejumlah relawan turun tangan membantu pelayanan pemulihan trauma bagi anak-anak korban banjir bandang di Desa Bungur Mekar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

“Anak-anak itu bernyanyi untuk menghibur dan penyembuhan trauma,” kata Kristina, seorang relawan usai peresmian rumah singgah di Desa Bungur Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Sabtu (25/1/2020).

Selama ini, kata dia, anak-anak yang terdampak bencana banjir bandang tentu terganggu untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Sebab, tempat tinggal mereka hilang disapu banjir bandang di Kampung Susukan dan Bolang.

Saat ini, anak-anak itu tinggal di pos pengungsian juga di rumah kerabat. Dengan demikian, para relawan itu juga melayani anak-anak melalui pemulihan trauma untuk penyembuhan kejiwaan.

“Anak-anak itu bernyanyi juga mengoperasikan permainan hingga diberikan pertanyaan-pertanyaan soal yang mudah dan jika dijawab maka diberikan hadiah,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, anak-anak korban banjir bandang juga tinggal di rumah singgah karena rumah mereka hanyut. Selain itu juga mendirikan musala darurat agar anak-anak bisa salat dan mengaji serta alat permainan.

Begitu juga dirinya menyalurkan bantuan logistik untuk terpenuhi kebutuhan makanan, air bersih serta sanitasi.

“Saya kira anak-anak yang menjadi korban banjir dipastikan memiliki rasa trauma berkepanjangan. Sehingga perlu dilakukan hiburan, seperti bernyanyi, mendengar dongeng, mengoperasikan alat permainan, belajar untuk penyembuhan kejiwaannya itu,” ucapnya.

Sementara itu, sejumlah anak-anak korban banjir bandang mengaku bahwa mereka merasa senang bisa bernyanyi juga menerima hadiah setelah diberikan pertanyaan yang mudah itu dijawab dengan benar.

Mereka anak-anak juga menerima bantuan buku dan peralatan sekolah, bahkan bisa tinggal di rumah singgah yang dibangun relawan itu.

“Kami merasa senang terhadap relawan dari Jakarta itu, karena bisa bernyanyi juga bisa mengisi rumah singgah,” tutur Ujang, seorang anak warga Kampung Susukan Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak sambil bercerita rumahnya hilang diterjang banjir bandang pada Rabu (1/1/2020). (Sutisna)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here