Pulihkan Daerah Terdampak Tsunami Selat Sunda, Kemenpar Siapkan 49 Event Nasional

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy bersama Bupati Pandeglang Irna Narulita mendampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri resepsi Hari Jadi ke-145 Kabupaten Pandeglang, di Alun-alun Pandeglang, Senin (1/4/2019).*

SERANG, (KB).- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI telah menyiapkan Rp 15 miliar melalui 49 event berskala nasional bagi Kabupaten Serang dan Pandeglang, sebagai wilayah terdampak tsunami Selat Sunda yang ditargetkan selesai hingga 22 Juni mendatang. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat proses pemulihan dua wilayah terdampak tersebut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, untuk pemulihan Anyer dan Tanjung Lesung ada tiga hal yang harus dilakukan yakni pemulihan SDM, pemasaran dan destinasi. Untuk mendukung tiga program itu, Kemenpar memiliki 49 event yang hingga saat ini sudah terlaksana 16 event.

“Jadi sisa 33 lagi. Itu harus diserap hingga 22 Juni. Kenapa 22 Juni, karena kejadiannya (tsunami) 22 Desember. Kalau kita hitung 6 bulan sampai 22 Juni, sehingga akan mempercepat pemulihan ini dengan banyaknya kegiatan,” ujarnya kepada Kabar Banten saat ditemui setelah acara coffee morning bersama Bupati Serang di Pendopo Bupati, Senin (1/4/2019).

Ia mengatakan, untuk 49 kegiatan yang didukung kemenpar tersebut anggarannya mencapai Rp 15 miliar. Kemudian, kata dia, untuk wilayah Anyer secara fisik tidak terjadi masalah. Namun yang menjadi persoalan, hanya psikologis.

“Kenapa psikologis karena dianggap seluruh Selat Sunda termasuk Anyer itu kena tsunami. Jadi itu untung ruginya Anyer, Anyer itu sangat populer justru karena itu untungnya mudah dikenal. Tapi ketika ada tsunami dia dulu yang dikenal padahal tidak kena,” katanya.

Namun sebelum kegiatan itu digencarkan, ia meminta bantuan media massa untuk memberitakan secara spesifik bahwa status waspada itu hanya ada di Anak Krakatau. Dengan radius hanya 2 kilometer, dan bukan di Selat Sundanya.

“Dulu kita lakukan di Bali (strategi ini). Saya dan Gubernur Bali yang mengumumkan, bahwa yang status awas ketika itu ada di titik Gunung Agung. Kalau rekan-rekan benar menulisnya, maka secara psikologis ini paling cepat recovery,” ujarnya.

Sebab, kata dia, masyarakat tidak mengerti status waspada, siaga atau awas tersebut. Asal dinyatakan tidak aman, itu artinya tidak aman. Jika itu berhasil, menurut dia, tidak perlu dilakukan kegiatan khusus pun, tingkat kunjungan akan kembali normal.

“Waktu saya datang 12 Februari, okupansi hotel hanya 10-30 persen. Kalau saya rata-rata hanya 20 persen dan itu sangat buruk. Orang hanya bisa bertahan tiga bulan. Jadi saya mohon pada rekan media untuk memberitakan bahwa yang status waspada itu hanya 2 kilometer,” tuturnya.

Selat Sunda aman

Setelah dari Kabupaten Serang, Menpar Arief Yahya menghadiri diskusi jurnalistik di Hotel Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Senin (1/4). Dalam diskusi itu, dia menyatakan pascabencana tsunami perairan Selat Sunda telah aman untuk dikunjungi wisatawan.

Apalagi, saat ini status Gunung Anak Krakatau (GAK) turun menjadi level waspada dua.”Saya tegaskan lagi, radius aman itu 2 kilometer dari kawah GAK, bukan dari pesisir pantai. Dengan demikian, kawasan wisata sangat aman untuk dikunjungi wisatawan,” ucap Menpar.

Arief memastikan kondisi Selat Sunda aman akan menjadi pesan yang baik untuk menggaet wisatawan atau pengunjung masuk ke Pandeglang. “Atas nama masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Banten dan Lampung, dengan ini saya menyatakan Selat Sunda sudah aman dikunjungi,” kata Arif Yahya.K

Bangun hotel baru

Presiden Direktur PT Banten West Java (BWJ) Purnomo Siswoprasetijo menyambut baik dukungan pemerintah pusat terkait diskusi jurnalistik ramah pariwisata. “Karena pariwisata memang membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pengusaha, akademisi, komunitas dan media. Diskusi ini untuk membahas persoalan pariwisata,” ucapnya.

Ia mengatakan, Tanjung Lesung akan membangun hotel baru, airstrip dan dermaga untuk Kapal Yacht. Selain itu juga akan menambahkan fasilitas lain dan atraksi baru untuk pengunjung. “Kami ingin mengundang investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri, untuk bersama-sama membangun KEK Tanjung Lesung menjadi Nusa dua Bali nya Banten,” katanya.

Penulis Buku Panduan Jurnalistik Pariwisata Agus Jaya mengatakan, saat ini kemampuan wartawan tidak hanya menjadikan stigma bad news is good news, akan tetapi menjadikan berita yang bagus menjadi bagus.

“Kebanyakan wartawan atau insan pers itu beranggapan bahwa berita jelek adalah berita bagus dan berita bagus adalah berita jelek. Sebetulnya kalau kita bisa memanfaatkan segala sesuatu pasti yang bagus itu akan menjadi bagus pula, seperti halnya media memberitakan tempat wisata dengan kreasi wartawan sekreatif mungkin,” ucapnya.

Menurut Agus, kemampuan untuk menjadikan wartawan memberikan atau menyajikan berita dengan baik akan lebih memberikan feedback yang lebih baik pula. Sebab terdapat nilai yang bisa membuat orang senang.

“Kalau beritanya baik, wartawan juga pasti akan mendapatkan manfaat yang baik pula, maka wartawan tidak harus memberitakan yang jelek. Tetapi itu kan hanya persoalan teknik, bagaimana menarik pembaca saja, kalau media online kan ingin viewernya banyak, itu hanya memberikan sedikit sentuhan google search engine atau biasanya di sebut SEO,” tuturnya. (DN/Ade Taufik/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here