Pulau Sampah Antara Tangerang-Jakarta

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang kerahkan 30 truk angkut timbunan sampah di sungai Cisadane yang ada di Teluknaga.*

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat mengeruk timbunan sampah yang seperti pulau di bantaran Sungai Cisadane di Kecamatan Teluknaga, berbatasan langsung dengan DKI Jakarta.

“Kami segera antisipasi karena sudah musim hujan, khawatir banjir menerjang permukiman maka perlu dibuang,” ujar Kepala DLHK Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik, Kamis (19/12/2019).

Taufik mengatakan, tumpukan sampah itu berada di bantaran Sungai Cisadane di Kampung Kebon Miring, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluk Naga. Dia menduga, sampah yang tertimbun di bantaran sungai ini yang dibuang oleh petugas pengelola bandara, pusat perbelanjaan dan kawasan perumahan mewah di Jakarta. Jika tidak dikeruk, dikhawatirkan dapat menyebabkan alur air sungai menjadi tersendat dan meluber ke perkampungan penduduk sekitarnya.

Namun, petugas DLHK mengerahkan alat berat dan sejumlah truk untuk mengangkut. Sehingga, harus dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk. Sedangkan untuk mengangkut sampah ke TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, dikerahkan 30 unit truk.

Bahkan untuk antisipasi banjir, pihaknya juga membersihkan di bantaran sungai di Desa Pangkalan, Kampung Melayu Barat dan Tanjung Burung, Teluknaga. Upaya pembersihan bantaran kali, juga melibatkan warga setempat anggota TNI, organisasi kepemudaan, pihak kecamatan dan desa.

Petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang didampingi anggota TNI mengeruk timbunan sampah di sungai Cisadane yang ada di Teluknaga.*

Dikatakan Taufik, pengerukan sampah itu diperkirakan lebih dari satu pekan karena terdapat hamparan sampah di sungai. Bahkan, sampah berupa plastik dan bahan material tidak terpakai itu hanyut dari hulu sungai di Kabupaten Bogor, Jabar lalu mengalir ke Kota Tangerang Selatan dan tertahan di muara di Teluknaga.

Pihaknya mengantisipasi jika hujan turun dengan deras dapat mengurangi banjir merendam permukiman penduduk di Desa Tanjung Burung, Teluknaga seperti kejadian tahun 2018.

Koordinasi pusat

Sementara Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemprov Banten serta mengajak bersama menyelesaikan permasalahan ini. Sebab menurutnya, kondisi yang terjadi butuh penanganan yang serius dan harus bersama-sama dikerjakan, dan peran serta masyarakat juga sangat penting.

“Kami imbau dan mengajak seluruh masyarakat agar jangan membuang sampah ke sungai, dan saya juga mengajak masyarakat beserta TNI, Polri dan instansi terkait mari bersama-sama membersihkan bantaran Sungai Cisadane,” tuturnya. (Dewi Agustini)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here