PT Serang Berkah Mandiri Akan Terima Penyertaan Modal

SERANG, (KB).- PT Serang Berkah Mandiri (SBM) akan mendapatkan penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Hal tersebut terjadi setelah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut, berubah status menjadi perseroan daerah.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, sebelum status badan hukum SBM berubah tentunya BUMD tersebut, akan tetap tunduk pada undang-undang perseroan, meskipun sahamnya mayoritas pemerintah daerah.

“Dulu (SBM) itu bentuk badan hukumnya PT, jadi kalau namanya perseroan terbatas itu, maka tunduk pada undang-undang perseroan,” katanya saat ditemui seusai rapat paripurna, Kamis (7/2/2019).

Namun, kemudian setelah keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017, pemerintah daerah bisa membentuk BUMD dengan badan hukumnya perusahaan umum daerah (perumda) dan perseroan daerah (perseroan).

Di mana jika perumda 100 persen sahamnya bisa dikuasai oleh pemda, sedangkan perseroda bentuknya seperti SBM yang di dalamnya ada saham koperasi, namun tunduknya terhadap pemda.

“Makanya, sekarang dibentuklah perda yang menetapkan status badan hukum dari PT SBM menjadi perseroda SBM, cuma tetap disebutnya PT juga, sahamnya mayoritas punya daerah, tapi ada juga punya koperasi,” ujarnya.

Menurut dia, dengan berubahnya status badan hukum tersebut, ke depan PT SBM dapat menerima penyertaan modal dari pemerintah daerah. “Kalau tidak berubah status badan hukumnya nanti penyertaan modalnya tidak masuk,” ucapnya.

Disinggung mengenai kinerja PT SBM selama ini, dia menjelaskan, kinerja BUMD tersebut, sejauh ini belum maksimal. Oleh karena itu, perlu ada pembenahan di jajaran manajemen.

“Ya, belum maksimal, makanya jajaran manejemen kami benahin, kinerja manajemen lama kami cut, sekarang kami benahi dengan manajemen baru dengan cara kerja yang baru,” tuturnya.

Sementara, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang Mansur Barmawi mengatakan, selama bentuk hukum PT SBM belum diperbaiki tentunya tidak dapat berbuat banyak. Sebab, tidak dapat menerima penyertaan modal.

“SBM kan bidang usahanya masih sama, mengerjakan pekerjaan dengan pihak swasta dengan bentuk kemitraan. Sebetulnya peluangnya juga banyak di Kabupaten Serang, makanya untuk pembenahan SBM ini yang pertama bentuk hukumnya harus selesai dulu,” katanya.

Ia menuturkan, untuk saat ini SBM belum diberikan penyertaan modal. Jika jajaran direksi sudah siap, bidang usaha jelas barulah diberikan modal. Disinggung terkait kinerja, sejauh ini SBM memang masih belum optimal.

“Belum maksimal. Makanya, harus diperbaiki kinerjanya. Ini jajaran direksi baru mudah-mudahan bisa perbaiki SBM,” ujarnya.

Selama ini, ucap dia, yang menjadi kendala, sehingga tidak optimalnya perusahaan tersebut, karena mendapatkan kerugian dari pekerjaan yang dikerjakan. “Makanya, analisanya harus tepat kerjaan itu rugi apa untung nanti,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here