Selasa, 25 September 2018
KepaLa Divisi Hukum dan Humas PT MMS, Indah Permanasari memberikan cenderamata kepada Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat, Rachmat Ginandjar saat kunjungan ke kantor redaksi Kabar Banten, Kamis (15/2/2018).*

PT MMS Optimalisasi Pelayanan Jalan Tol

SERANG, (KB).- PT Marga Mandala Sakti (MMS) atau Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak, terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol. Seperti pembangunan konstruksi jalan, optimalisasi layanan pembayaran non tunai, dan gencar melakukan sosialisasi aturan kepada pengguna jalan tol. “Semua upaya dalam rangka meningkatkan kepuasan kepada pelanggan terus dilakukan. Masih banyak kekurangan dan kelemahan dan kami terus perbaiki,” kata Kepala Divisi Hukum dan Humas PT MMS Indah Permanasari saat kunjungan ke kantor redaksi Kabar Banten, Kamis (15/2/2018).

Kunjungan rombongan dari Divisi Hukum dan Humas PT MMS diterima Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat (HU Kabar Banten) Rachmat Ginandjar dan jajaran redaksi dan manajemen.
Menurut Indah, sebagai Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Tangerang-Merak, PT MMS menyadari kebutuhan pelayanan bagi pengguna jalan tol terus meningkat. Apalagi seiring dengan perubahan penggunaan pembayaran dari tunai ke non tunai atau elektronik tol (e-tol). “Perubahan transaksi dari tunai ke e-tol yang cukup cepat membuat kami harus bergerak cepat mengantisipasi berbagai keluhan pelanggan untuk dicari solusi yang tepat dan cepat,” ujar Indah.

Mengenai pembangunan konstruksi jalan pada tahun 2018 ini, pihaknya akan kembali melanjutkan pembangunan konstruksi dengan melakukan penambahan lajur keempat segmen Cikupa-Balaraja yang dilakukan sejak Desember 2017. Menurut Indah, peningkatan kapasitas lajur ini sebagai terobosan pembangunan dan upaya optimalisasi pelayanan kepada pengguna jalan tol. Ia mengatakan, hal itu seiring tingkat pertumbuhan lalu lintas di Tol Tangerang-Merak tercatat hampir mencapai 80 persen kendaraan dari kapasitas ruas jalan di wilayah Tangerang Barat, khususnya di ruas Cikupa-Balaraja.

“Oleh karenanya, ASTRA Tol Tamer melakukan langkah antisipasi dengan meningkatkan kapasitas lajur sehingga diharapkan pengguna jalan tol tidak akan mengalami kepadatan lalu lintas di Jalan Tol Tangerang-Merak,” ucapnya. Ia mengatakan, sejak tahun 2014 pihaknya juga telah memasang satu alat Weight In Motion (WIM) yang ditanam di pintu masuk tol Cilegon Barat, Cilegon Timur dan Serang Timur. Pemasangan alat WIM tersebut dalam rangka mendeteksi kendaraan berat yang melebihi tonase. ”Kalau melebihi tonase kendaraan tersebut akan dikeluarkan pada gerbang pintu tol terdekat,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi kepada pengguna jalan tol agar kesadaran atau kepedulian masyarakat luas terhadap aturan selama berada di jalan tol terus meningkat. Ia menuturkan, Undang-Undang (UU) nomor 38 tahun 2004 pasal 54, mengenai jalan tol telah diatur mengenai larangan penguasaan satu ruas jalan tol sebelum adanya penetapan menteri.
Menurutnya, beberapa aturan yang harus diikuti pengguna jalan tol yakni dari berkewajiban membayar tol sesuai tarif yang ditentukan, membayar denda sebesar dua kali tarif tol jarak terjauh jika tidak dapat menunjukkan bukti tanda masuk.

Selain itu, pengguna juga berkewajiban mengganti kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan pribadi. Seperti kerusakan bagian jalan tol, perlengkapan, bangunan, dan sarana penunjang pengoperasian jalan tol. Menanggapi keluhan masih banyaknya bus yang menaikkan dan menurunkan penumpang seenaknya di pinggir jalan bebas hambatan tersebut, Indah mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya penanganan.

Seperti pembuatan tembok berkawat pada titik jalan tol yang dijadikan tempat menaikkan dan menurunkan penumpang. “Kami sudah minta bantuan Polda, bekerja sama dengan PO-PO bus, tokoh masyarakat,” katanya. Ia mengakui, permasalahan tersebut sangat kompleks sehingga memerlukan penanganan yang lintas sektoral. “Ada juga masukan agar dibuat jalur khusus atau parkir bayangan pada titik-titik jalan tol yang memang sangat susah dilakukan penanganan,” tuturnya.

Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat Rachmat Ginandjar mengatakan, pihaknya terbuka dalam rangka kerja sama untuk meningkatkan mobilitas di jalan tol. Salah satunya dengan mendorong sektor wisata di Banten. “Saya pikir jika kunjungan wisata di Banten meningkat pasti berdampak pada peningkatan volume kendaraan yang melintas di jalan tol Tangerang-Merak,” katanya. Menurut Rachmat, Kabar Banten bisa membantu kerja sama bukan hanya publikasi tetapi juga event-event lain. “Selain dalam bentuk koran, Kabar Banten juga ada versi online (kabar-banten.com) dan platform lain,” ujarnya. (MH)***


Sekilas Info

Wagub Banten Klaim Kekerasan Perempuan dan Anak Menurun

SERANG, (KB).- Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, mengatakan, korban kekerasan perempuan dan anak di wilayah Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *