Rabu, 20 Februari 2019
Breaking News

PT Krakatau Steel Genjot Restrukturisasi

CILEGON, (KB).- PT Krakatau Steel (KS) tengah gencar malakukan restrukturasi, guna kemajuan perusahaan. Strategi ini dalam rangka memicu tren positif untuk perusahaan yang selama ini terus mengalami kerugian.

Dalam paparan “public expose” yang dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/1/2019), Direktur Utama PT KS Silmy Karim mengatakan, hingga kuartal l-2018, perusahaan mengalami kerugian sekitar 37 juta dollar AS.

“Angka tersebut sudah berkurang 50,19 persen jika dibandingkan dengan kerugian di periode yang sama tahun lalu yang mencapai 75 juta dollar AS,” katanya.

Restrukturisasi yang dilakukan oleh perseroan, tutur Silmy, merupakan restrukturisasi fundamental bisnis perusahaan. Sehingga di tahun 2019, diharapkan PT KS bisa mencetak laba.

“Kami sedang menqupayakan laba. Tapi yang pasti fundamental bisnisnya dulu industrinya rapi. Kami usahakan baik di tiga bulan pertama saya menjadi dirut maupun di awal tahun 2019,” ujarnya.

Perbaikan fundamental bisnis tersebut, jelas Silmy, meliputi perbaikan sisi distribusi serta rantai suplai perusahaan, selain itu juga restrukturisiasi organisasi bisnis. Saat ini, PT KS juga tengah gencar mencari partner strategis untuk mengembangkan bisnisnya.

“Kalau ingin berkembang itu, salah satu dari strategi partner, dukungan perbankan, dengan dukungan investor. Ini kita sedang tata satu per satu,” katanya.

Silmy mengaku selama ini cukup berat untuk bisa mendorong peningkatan penjualan baja di dalam negeri. Hal ini yang menurutnya menjadi pemicu defisit neraca perdagangan baja.

Pasalnya, PT KS juga harus bersaing dengan berbagai produk baja impor yang tidak terkena bea masuk serta pajak akibat diberlakukannya peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2018 yang menghapus persyaratan impor yang semula ada di Permendag Nomor 82 Tahun 2016 serta pemeriksaan melalui post border.

“Industri baja nasional ini dalam kurun waktu dua tahun terakhir ke belakang, tiga tahun bahkan, itu terpuruk. Ditahun terakhir itu dengan adanya Permendag 22 itu bebas impor tanpa melalui pengecekan bea cukai, itu udah sangat berbahaya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT KS Purnomo Widodo mengatakan, pihak perusahaan sedang mengerjakan beberapa proyek di 2019 ini. Dua di antaranya merupakan proyek yang dijalankan sejak tahun sebelumnya.

“Proyek pertama yang ditargetkan selesai pada April mendatang adalah pembangunan Hot Strip Mill (HSM) 2. Proyek ini progres per November 2018 sudah rampung 90,23 persen. Proyek ini untuk memasok baja HRC (hot rolled coil) untuk segmen otomotif, pipa baja, re-rolling konstruksi dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun,” katanya.

Pihaknya sedang melakukan pembangunan dermaga 7.1 dan 7.2 yang akan dioperasikan oleh PT Krakatau Bandar Samudera (KBS). Proyek ini ditargetkan selesai Mei 2019 dengan progres per November 2018 sekitar 68,53 persen.

“Proyek ini bertujuan melayani kebutuhan bongkar muat curah dengan kapasitas kapal sandar maksimal 70.000 DWT,” ujarnya.

Kemudian, proyek Pickling Line and Tandem Cold Mill (PLTCM) yang menjadi lanjutan dari proyek HSM 2. Namun, proyek ini untuk memproduksi cold rolled coil (CLC) di mana sebagian produksinya untuk bahan baku perusahaan patungan (joint venture) dengan Jepang yaitu Krakatau Nippon Steel Sumikin. “Total investasinya sekitar kurang lebih 200 juta dolar AS,” tuturnya.

Selain proyek-proyek, pihaknya juga melakukan investasi guna meningkatkan produktivitasnya. Misalnya pada pengolahan lembaran baja (skin pass mill) agar sesuai dengan keinginan customer. (AH)*


Sekilas Info

Presiden Jokowi Lepas Kontainer Ekspor Mayora Group

TANGERANG, (KB).- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pelepasan kontainer ekspor ke-250.000 Mayora Group, di Cikupa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *