PT Chandra Asri Bangun Jembatan Di Cinangka

SERANG, (KB).- PT Chandra Asri Petrochemical bekerjasama dengan Yayasan Relawan Kampung Indonesia membangun Jembatan Gelagar Besi yang terletak di Kampung Kadu Meringis, Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang. Jembatan ini merupakan penghubung dari dua kampung, yaitu kampung Kadu Meringis dengan kampung Leuwi Urug.

Jembatan dengan panjang 24 meter ini sudah rusak dan tidak dapat dilalui lagi setelah diterjang banjir beberapa saat lalu. Jembatan tersebut tidak dapat dipakai karena bambu-bambu hasil swadaya masyarakat tidak kuat menahan beban sehingga mengakibatkan jembatan mudah rusak. Akibat hal tersebut, akses warga desa dalam perdagangan maupun hubungan masyarakat mengalami hambatan karena rusaknya jembatan tersebut.

Selain sebagai akses untuk perekonomian, jembatan ini juga dilalui oleh anak sekolah. Sehingga keberadaan jembatan ini sangat diperlukan oleh warga desa setempat. Tidak tanggung-tanggung, pihak Chandra Asri membawa relawan yang berjumlah sebanyak 40 orang merupakan karyawan PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk yang ingin turut serta dalam membantu memperbaiki jembatan kampung Kadu Meringis.

Melalui release yang dikirim ke kabar banten, Abraham Sinatrawan Senior Manager CSR PT Chandra Asri mengatakan, bahwa pihaknya sangat perhatian terhadap lingkungan sekitar. “Kami dari Chandra Asri sangat memperhatikan keadaan sekitar. Tidak hanya melakukan usaha semata, namun juga sisi sosial,” ujar Abraham, Kamis (18/1/2018).

Sementara itu, Arif Kirdiat selaku Ketua Relawan Kampung mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi perhatian dunia usaha terhadap lingkungan sekitar. “PT Chandra Asri telah dua kali bekerjasama dengan Relawan Kampung membangun jembatan rusak di Banten, tahun lalu di Lebak dan saat ini di Kabupaten Serang,” ujar Arif.

Somadin (47) salah satu warga mengatakan, bahwa jembatan ini sudah diharapkan sejak puluhan tahun, namun baru kali ini ada pihak luar yang perhatian terhadap kampungnya. “Kami tidak bisa membalas kebaikan ini dan hanya bisa mendoakan agar donatur diberikan kebaikan dan kesehatan. Puluhan tahun diharapkan dan saat ini mimpi itu baru terwujud,” ujarnya. (KO)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here