Psikolog Klinis Penerjemah Alquran

Ilzamudin Ma'mur

Oleh : Ilzamudin Ma’mur

This Arabic-English version of The Sublime Quran is the best way for a student of classical Qur’anic Arab to learn to read the Quran because of the internal consistence and reliability of the translation. The Sublime Quran versi bahasa Arab-Inggris ini adalah cara terbaik bagi pembelajar Quran Bahasa Arab klasik untuk belajar membaca Quran dikarenakan konsistensi internal serta reliabilitas terjemahan. (Laleh Bakhtiar, 2007 )

Penerjemah Alquran ke dalam bahasa Inggris, sejauh ini telah datang dari berbagai latar profesi: sastrawan, diplomat, dosen, sejarahwan, biologi, arsitek, dan filosof. Kali ini psikolog klinis pun menerjemah Alquran, dengan judul karyanya The Sublime Quran. Terjemahan Alquran dalam bahasa Inggris di Amerika adalah antara lain dapat kita temukan karya Rashad Khalifa, Thomas B. Irving dan, Muhammad Farooq-i-Azam Malik, dan kesemuanya itu karya kaum laki-laki yang dikerjakan secara mandiri, wanita Amerika pun tidak mau ketinggalan dalam hal menerjemah Alquran secara mandiri.

Laleh Bakhtiar, yang juga dikenal sebagai penulis, penerjemah dan psikolog klinis, adalah wanita Amerika pertama penerjemah Alquran. Penerjemah wanita lainnya, yang juga diklaim sebagai wanita pertama penerjemah Alquran ke dalam bahasa Inggris adalah Amatul Rahmah. Keduanya barangkali benar, Lelah Bahtiar penerjemah mandiri pertama, dan Amatul Rahmah adalah wanita pertama penerjemah Alquran kolaboratif.

Biografi intelektual

Laleh Bakhtiar lahir pada tanggal 29 Juli, 1938 di New York, Amerika Serikat. Laleh lahir dari keluarga Amerika-Iran, ibunya Amerika dan ayahnya Iran, serta besar dan tumbuh di Amerika sebagai penganut Katolik. Saat dewasa, sebagaimana ibunya, Laleh pun berjodoh dengan orang Iran. Pada 1962, Laleh diboyong suaminya, seorang arsitek berkebangsaan Iran, beserta semua anak-anaknya ke Iran.

Di Iran inilah Laleh belajar dan memperdalam Islam di bawah bimbingan, antara lain, Seyyed Hossein Nasr, salah seorang pakar pemikiran Islam kontemporer yang sangat masyhur di dunia, hingga akhirnya memeluk Islam, sebagai agama pilihannya. Nasr sekarang adalah Profesor Islamic Studies di George Washington University, Amerika Serikat. Saat itu beliau adalah profesor di Universitas Teheran, Iran. Di universitas tersebut Laleh Bakhtiar juga belajar Alquran dalam bahasa Arab.

Proses pendidikan dasar dan menengah dengan pendidikan tinggi Laleh Bakhtiar terhenti cukup lama, karena diselingi dengan menekuni kajian Islam dan Alquran di Iran (1964-1988). Segera sekembalinya ke Amerika, Laleh Bakhtiar langsung melanjutkan studi pascasarjana di University of New Mexico di mana Laleh Bakhtiar berhasil memperoleh tiga gelar Master of Arts pertama dalam bidang Psikologi Konseling, dan Master of Arts kedua dalam bidang Kajian Agama, serta gelar Philosophy Doctor dalam bidang Psikologi Pendidikan.

Laleh membuktikan diri bahwa lanjut usia bukan halangan untuk mewujudkan niat dan tekadnya menyelesaikan pendidikan hingga jenjang terakhir, S3. Sebagai psikolog klinis, Laleh juga memperoleh lisensi Konselor dan Pskoterapis yang disertifikasi secara nasional di Illiniois, Amerika. Tambahan pula, Laleh sekarang menjabat sebagai Presiden The Institute of Traditional Psychology.

Dengan latar pendidikan dan pengalaman tersebut, Laleh memberikan kuliah tentang Islam di beberapa perguruan tinggi, dan institusi keagamaan seperti masjid, gereja, dan sinagog. Sejak mukim di Iran, Laleh sudah produktif menulis dan menerjemah kitab-kitab Islam ke dalam bahasa Inggris. Tidak kurang 100 karya orisinal dan terjemahan berhasil diselesaikan dan dipublikasikan.

Di antara karya mutakhir Laleh adalah : Critical Thinking: Qur’anic Perspective (2016), The Chronological Qur’an as Revealed to Prophet Muhammad (2015), Avicenna on the Science of the Soul: A Synopsis (2013), Concordance of the Sublime Qur’an (2011), Islamic Ethics: The Moral Education Textbook Series. (2005), Sufi: Expressions of the Mystic Quest (2004), Al-Ghazali : His Psychology of the Greater Struggle (2003),Traditional Psychoethics and Personality Paradigm (2002), Moral Healing Through the Most Beautiful Names- The Practice of Spiritual Chivalry (1977), dan Muhammad’s Companions: Essays on Those Who Bore Witness (1993). Namun demikian, nampaknya The Sublime Qur’an (2007/2008) adalah karya master piece atau magnum opus Laleh Bakhtiar.

Karya terjemahan

Laleh Bakhtiar memberi judul terjemahan Alqurannya dengan The Sublime Quran yang edisi perdanya diterbitkan oleh Kazi Publication, Chicago, Amerika, pada 2007. Nama Sublime Quran itu sendiri menurut Laleh diadaptasi dari frasa Alquran al -‘adhim (QS 15:87), yang bararti makna spiritual Quran yang agung, yang melampaui nilai dunia material.

Laleh melengkapi aksesibilitas audio karyanya ini dengan merekam pembacaannya sendiri seluruhnya 30 juz dalam mp3, dengan harapan para wanita masih bisa mendengarkan terjemahan Quran dari suara kalangan mereka sendiri. Merasa tidak cukup The Sublime Quran yang hanya dalam bahasa Inggris, pada 2009 Leleh meluncurkan terjemahan bilingual Arab-Inggris dengan judul The Sublime Quran: Arabic-English.

Selain itu, dari kerja penerjemahan Alquran, Laleh juga menghasilkan konkordansinya sendiri dengan judul Concordance of the Sublime Quran yang juga diterbitkan Kazi Publication, Chicago, pada 2011. Edisi dwibahasa karya Laleh yang diterbitkan dalam 2 jilid pada 2009 telah disetujui oleh Pangeran Ghazi Bin Muhammad untuk diunggah dan dapat dibaca melalui al-Tafisr.com, suatu situs tafsir Alquran yang paling banyak dikunjungi orang di dunia selama dasawarsa terakhir.

Pangeran Ghazi Bin Muhammad adalah Ketua Penasihat Masalah Agama dan Kebudayaan Raja Abdullah II bin al-Hussein al-Hashimi Yordania. Edisi ini disuguhkan dengan menempatkan ayat Quran bahasa Arab di sebelah kiri dan terjemahannya dalam bahasa Inggris di sebelah kanan. Untuk memudahkan khalayak pembacanya menelahaan dan memahami makna Alquran, penyajian tiap ayatnya dipotong-potong berdasarkan frasa yang bermakna. Suatu model, yang tampaknya dipengaruhi atau mengikuti model penyajian terjemahan Ali Quli Qurui yang berjudul The Quran with Phrase-by-Phrase English Translation (2005).

Edisi perdana The Sublime Quran disajikan hanya dengah terjemahan bahasa Inggris saja. Setelah diawali pendahuluan yang cukup panjang, 34 halaman, Laleh menyajikan terjemahn berurut dari surah al-Fatihah hingga al-Nas. Laleh memilih God sebagai terjemah Allah, juga Mary untuk Maryam serta nama-nama nabi dan rasul dengan nama-nama yang lazim dalam Bible. Bakhtiar membutukan sekitar 7 tahun untuk menyelesaikan karya terjemahan tersebut.

Meskipun sebagian kalangan umat Islam keberatan dengan terjemahan Laleh, sebagian ulama, sarjana dan penerjemah yang sejalan dengan pandangan Laleh tentang makna ayat 4:34 yang diartikan “to go away” atau “to separate” adalah Hujjat al-Islam Musavi Lari, Prof. Dr. Abdul Hamid A. Abu Sulaiman, Ayatullah Makarim Shirazi, Ahamed Ali, dan Raghib al-Isfahani.

Mengomentary karya ini Marcia Hermansen, Direktur Islamic World Studi Program dan pengajar Jurusan Teologi di Universitas Chicago, yang pernah mengunjungi UIN SMH Banten, beberapa tahun silam, menyatakan “sangat jelas bahwa proyek pionir ini membuka perbincangan tentang hubungan gender di tengah-tengah masyarakat yang diperlukan terjadi, serta mendorong penelaahan-ulang yang produktif mengenai asumsi-asumsi penafsiran dan otoritas.” Wallahu a’lam bi al-shawab!!! (Penulis, Wakil Rektor I UIN SMH Banten, Ketua Komisi Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri MUI Provinsi Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here