Senin, 10 Desember 2018
Ahli Teknik Sipil dari Politeknik Negeri Bandung (Polban) Iskandar saat memberikan keterangan ahli terkait gedung Puskesmas Pamarayan tahun 2015 di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (21/2/2018)*

Ahli: Proyek Puskesmas Pamarayan Tidak Layak

SERANG, (KB).- Ahli Teknik Sipil dari Politeknik Negeri Bandung (Polban) Iskandar menyatakan gedung Puskesmas Pamarayan yang dibangun tahun 2015 tidak layak. Sebab, bangunan gedung yang menggunakan dana APBD Kabupaten Serang senilai Rp 3,980 miliar tersebut tidak sesuai dengan spesifikasinya terutama untuk pondasi bangunan.

“Secara keselurah bangunannya enggak layak,” ujar Iskandar saat memberikan keterangan ahli untuk tiga terdakwa Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Toto Soegianto, Direktur PT Indah Utama Jaya Mandiri (IUJM), Tiur Mona Marpaung dan pelaksana pekerjaan Irwan Mulyana di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (21/2/2018).

Ia menjelaskan dia bersama timnya yang berjumlah 20 orang telah melakukan pemeriksaan terhadap gedung Puskemas Pamarayan selama dua hari. Selama dua hari tersebut seluruh bagian gedung tak luput dari pemeriksaan. “Kita periksa secara keseluruhan makanya kita tahu, saya disitu sudah dua hari dua malam, kami berkantor di lantai dua (selama di lokasi),” kata Iskandar dihadapan Ketua Majelis Hakim Yusriansyah.

Ia menuturkan hasil pemeriksaan terhadap gedung bangunan terdapat pekerjaan struktur yang tidak dikerjakan seperti anstamping batu belah yang didalam kontrak volumenya harus 30,51 meter kubik. Selain itu juga terdapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak seperti pasangan pondasi batu kali, kolom pedestal, foot plat ukuran 30 x 80 beton k-225. Hasil pemeriksaan dengan menggali pondasi pasangan batu kali hanya 59,45 meter kubik.

Sedangkan di dalam kontrak 149,16 meter kubik atau terdapat selisih 89,71 meter kubik. Sementara untuk pedestal terdapat selisih 0,74 meter kubik dan foot plat 0,58 meter kubik. “Gambar sebagai patokan (dalam pemeriksaan gedung). Sudah diukur pondasi, tapi akibat pondasi yang tidak dipasang kedalam itu sebenarnya fatal,” kata Iskandar dalam sidang yang dihadiri oleh JPU Kejari Serang A.R.Kartono.

Ia menegaskan pondasi yang tidak sesuai tersebut berimbas pada daya gedung. Kondisi tersebut bisa saja membuat gedung roboh apabila bebannya terlalu berat. “Sangat pengaruh (pondasi yang tidak sesuai). Pengaruh ke daya gedung,” ucap Iskandar.  Hasil temuan lain timnya lanjut Iskandar adalah kondisi tanah yang tidak pas untuk dibangun gedung. Hal tersebut kemudian berimbas pada kemarik lantai satu pecah. Seharusnya, tim perencana pembanguan gedung Puskesmas Pamarayan juga memperhatikan struktur tanah. “Kalau kita mau bangun perencanaannya harus benar,” kata Iskandar.

Ia mengatakan selama memeriksa fisik gedung Puskesmas Pamarayan pihak pelaksana pekerjaan dan konsultan pengawas pekerjaan turut hadir. Hasil temuan timnya tersebut diakuinya tidak dibantah oleh pihak pelaksana pekerjaan dan pengawas pekerjaan. Bahkan mereka turut menandatangani berita acara hasil pemeriksaan. “Enggak ada yang protes, dibuat berita acara (selesai pemeriksaan),” ucap Iskandar. Ia menilai konsultan pengawas pekerjaan proyek tersebut dianggap kurang begitu paham terhadap ilmu teknik sipil. Pada saat pemeriksaan gedung, pengawas pekerjaan kadang bertanya langsung. “Pada saat pemeriksaan mereka tanya, artinya ada beberapa yang mereka tidak mengerti,” kata Iskandar.

Seusai mendengarkan keterangan Iskandar, JPU menghadirkan ahli dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Muljansyah. Ia menjelaskan dari hasil audit proyek gedung Puskesmas Pamarayan terdapat jumlah kerugian negara sebesar Rp 260.008.943. Jumlah tersebut berdasarkan hasil perhitungan dari pengeluaran dalam bentuk SP2D, nilai pekerjaan dan selisih pekerjaan yang tidak dikerjakan. Rencananya sidang dalam perkara ini akan kembali digelar pada Rabu pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang meringankan untuk terdakwa Toto. Sementara dua terdakwa lain Tiur dan Irwan tidak mengajukan saksi meringankan. (FI)***


Sekilas Info

Asyik Nyabu di Bahu Jalan Tol, Seorang Pria Diamankan

Petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Induk Ciujung menangkap seorang pria berinisial AB (36), warga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *