Proyek Peningkatan Jalan Cikotok-Jabar Disoal

LEBAK, (KB).- Proyek peningkatan ruas jalan Cikotok- Warung Banten hingga batas Jawa Barat (Jabar) Anggaran Pendapatan Belanja Negara TA 2018 senilai Rp 21,8 miliar disoal. Sebab, pelaksanaan pembangunan dianggap tak sesuai spesifikasi dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Salah seorang aktivis di Lebak, Eli, menemukan adanya dugaan penggunaan material pengurukan tidak sesuai spesifikasi pada pengerjaan jalan tersebut. Dimana, material yang digunakan hanya berbentuk cadas bercampur tanah lempung. “Material yang digunakan untuk pengurukan itu cadas dicampur tanah lempung,” katanya, Ahad (20/10/2019).

Menurut Eli, seharusnya material yang digunakan itu adalah sejenis agregat B yang campurannya skrining, abu batu, split 31, split 52 dan split 23. Material jenis itulah yang berdasarkan Rencana Anggaran Belanja (RAB). “Kok yang terjadi di lapangan cadas bercampur tanah lempung,” ujarnya.

Pihaknya meminta pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten segera mengevalausi dan menghentikan serta memutuskan kontrak pihak rekanan yang mengerjakan kegiatan proyek tersebut. ”Kami meminta DPUPR Banten segera meninjau ke lapangan dan menghentikan sementara kontrak dengan pihak rekanan,” tuturnya.

Terpisah, Kepala DPUPR Banten Hadi Suryadi yang dikonfirmasi terkait adanya dugaan penggunaan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi dalam proyek peningkatan ruas jalan Warung Banten hingga batas Jabar hinga berita ini ditulis belum memberikan tanggapan. Dihubungi melalui sambungan telepon genggamnya tidak merespon.

Untuk diketahui, Inspektorat Banten Kusmayadi dikonfirmasi sejumlah wartawan mengatakan, pihaknya akan segera menerjunkan tim ke lokasi untuk mengecek kebenaran informsai adanya penggunaan material yang diduga tidak sesuai dengan spek tersebut. ”Kami akan segera terjunkan tim ke lokasi proyek untuk mengecek kebenarannya,” katanya. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here