Proyek Pelabuhan Warnasari, PT PCM Merasa Disandera PT KS

CILEGON, (KB).- PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) saat ini merasa disandera PT Krakatau Steel (KS). Ditahannya akses masuk Pelabuhan Warnasari oleh perusahaan baja nasional itu, membuat proyek Pelabuhan Warnasari kembali mandeg.

Diketahui, PT KS tengah melobi Pemkot Cilegon agar memiliki saham pada bisnis Pelabuhan Warnasari. Perusahaan berencana menjadikan aset lahan di atas bangunan DPRD Kota Cilegon dan Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Cilegon, sebagai penyertaan modal Pelabuhan Warnasari.

Keinginan PT KS dilayangkan, seiring adanya kebutuhan PT PCM atas akses masuk menuju Pelabuhan Warnasari. Akses yang lokasinya tepat di samping PT Krakatau Pak Steel, Kawasan Industrial Estate Cilegon (KIEC), ditahan diberikan kepada PT PCM lantaran PT KS terlebih dahulu ingin membahas persoalan saham.

Hanya saja Pemkot Cilegon telah menyatakan keberatan atas permintaan tersebut. Mengingat akses masuk bagian dari perjanjian tukar guling lahan Kubangsari dan lahan Warnasari.

Manager Operasional dan Komersil PT PCM Akmal Firmansyah menyesalkan manufer yang dilakukan PT KS. Mengingat upaya perusahaan membuat progres pembangunan Pelabuhan Warnasari kembali bermasalah.

“Itu namanya nyandera PT PCM,” katanya saat dihubungi melalui telepon genggam, Kamis (25/7/2019).

Menurut Akmal, tidak dapat menunda lebih lama untuk pembangunan pelabuhan. Jika akses masuk samping PT KOS tidak diberikan, maka pihaknya akan membangun akses masuk di samping PT Krakatau Posco (KP).

“Barangkali kalau akses di samping PT KOS tidak diberikan, maka kami akan kembali ke rencana awal, yakni di samping PT KP,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Cilegon Yusuf Amin (Yusmin) mengatakan, persoalan antara PT PCM dan PT KS dinilai muncul karena keteledoran Pemkot Cilegon. Ini terkait status lahan DPRD Kota Cilegon dan Setda Pemkot Cilegon yang dibiarkan menggantung.

“PT KS sampai ada celah untuk melakukan manufer, itu karena keteledoran Pemkot Cilegon. Kenapa status lahannya masih milik PT KS. Bertahun-tahun kok mempertahankan status pinjam pakai,” tuturnya.

Yusmin menyarankan agar dua lahan tersebut dibeli oleh Pemkot Cilegon. Selain untuk kepentingan PT PCM, juga untuk kepentingan administrasi pemerintahan Pemkot Cilegon.

“Saran kami, beli saja lahan Dewan dan Setda. Polanya seperti apa silakan, apakah menyicil selama sekian tahun atau beli langsung,” ucap Yusmin. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here