Proyek Pasar Ini Dibiarkan Terbengkalai

SERANG,(KB).- Bangunan Pasar Mekarsari di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang sudah tidak terpakai sejak pertama kali didirikanya sekitar lima tahun lalu. Hal itu dikarenakan pasar yang didirikan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Desa (Kemendes) tersebut kalah bersaing dengan pasar yang ada di wilayah tersebut.

Pantauan Kabar Banten, bangunan pasar yang terdiri atas tiga gedung dan beberapa ruko tersebut tampak sudah rusak. Bahkan beberapa bagian atapnya sudah mulai copot dan berkarat. Sekitar lokasi pun sudah tampak dipenuhi rumput liar dan debu. Kondisi tersebut sangat mencerminkan jika bangunan itu sudah bertahun tahun tidak digunakan dan terbengkalai. Padahal letak bangunan tersebut tepat berada di depan Kantor Desa Mekarsari.

Kepala Seksi Kemasyarakatan Desa Mekarsari Hendra mengatakan, pasar tersebut diperkirakan sudah berdiri sejak lima tahun lalu. Sejak pertama kali berdiri, pasar itu tidak pernah berfungsi dengan baik. “Kita belum disini juga sudah ada dan sudah begini. Sekitar lima tahunan lah,” ujarnya kepada Kabar Banten saat ditemui di lokasi, Jumat (6/7/2018).

Hendra menjelaskan, berdasarkan informasi yang didapatnya, pasar itu sempat berfungsi beberapa saat. Namun kemudian kalah bersaing dengan pasar lainnya yang ada di Carenang. “Enggak bisa menyaingi pasar lamanya yakni Pasar di Pamanuk dekat Polsek. Terus juga pasa Binuang,” katanya.

Untuk pasar Mekarsari, dahulu sempat dibuka setiap hari Senin dan Rabu, kemudian pasar Pamanuk setiap Rabu dan Sabtu. Sedangkan pasar Binuang setiap hari Selasa dan Jumat. Namun kemudian pasar Pamanuk pun beroperasi pada hari Senin. Akibatnya pasar Mekarsari menjadi kalah bersaing. “Kata pedagangnya sepi disini, jadi malah rugi. Akhirnya mereka pindah ke Pamanuk,” tuturnya.

Pascaditinggalkan oleh para pedagang, kondisi pasar Mekarsari pun menjadi terbengkalai. Sampai saat ini bangunan tersebut tidak pernah lagi digunakan. Bahkan bisa dibilang bangunan itu sudah mangkrak. “Enggak pernah dipakai lagi,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan, Kaur Umum Desa Mekarsari Muklis. Menurut dia, bangunan tersebut sangat disayangkan. Padahal keberadaannya sudah strategis karena berada di dekat kantor desa. “Sayang saja kalau dibiarkan begitu mah,” ujarnya.

Menurut dia, pasar tersebut dibangun melalui anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementrian Desa (Kemendes). Namun sampai saat ini belum ada tindakan untuk memungsikan kembali pasar tersebut. “Kalau di kita mah emang enggak ada pasar kecamatan, jadi butuh pasar,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here