Proyek Pasar Induk Pandeglang Tersandera Lahan

Rencana Pemkab Pandeglang, mendirikan pasar induk dan modern tampaknya hanya menjadi wacana tanpa realisasi. Sebab, pendirian pasar induk sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat yang usulannya sudah di meja Kementerian Perdagangan (Kemendag), saat ini masih tersandera penyediaan lahan. ”Wacana pendirian pasar induk dan modern sudah lama bergulir. Bahkan Pemkab sudah menyampaikan usulan ke Kemendag dengan estimasi anggaran yang diperlukan untuk pembangunan pasar sebesar Rp 50 miliar,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindag) Pandeglang, Tatang Efendi, Kamis (24/8/2017).

Menurutnya, Pemkab sebenarnya menargetkan usulan pembangunan pasar induk bisa terealisasikan pada tahun 2018. Namun, keinginan itu tidak bisa terealisasi, karena saat ini masih terkendala dengan penyediaan lahan. Luas lahan yang diperlukan untuk membangun pasar induk sekitar 5 hektare.
”Kalau lahannya sudah ada, pasti usulan itu bisa terealisasi. Karena lahannya belum ada, maka keinginan Pemkab untuk memiliki pasar induk tertunda dulu,” ucapnya.

Dia mengatakan, keberadaan pasar induk dan modern dinilai penting untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Selain itu, keberadaan pasar induk dan modern juga sebagai bentuk alternatif mendorong gairah sektor perniagaan yang ada di Pandeglang. ”Di Pandeglang ada 15 pasar, yang kondisinya sudah tidak representatif dan perlu peremajaan. Padahal, jika melihat potensi ke depan, dan ditunjang dengan rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Pandeglang pastinya akan berkembang dan itu perlu dukungan sektor sarana perdagangan yang memadai,” ucapnya.

Meski demikian, Pemkab dengan segala keterbatasan terus melakukan pembenahan-pembenahan terhadap pasar yang ada di Pandeglang. Salah satunya dengan melakukan perbaikan secara berkala melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK). Tahun ini pemerintah melakukan rehabilitasi serta pemeliharaan rutin, seperti di Pasar Badak, Panimbang dan beberapa pasar lainnya dengan menggunakan dana APBD masing-masing sebesar Rp 80 juta. Sedangkan dari DAK sebesar Rp 850 juta, itu untuk rehabilitasi Pasar Cibaliung. ”Rehabilitasinya meliputi perbaikan ringan, seperti pengecetan, pembuatan auning pedagang serta sarana Mandi Cuci dan Kakus (MCK),” tuturnya. (Galuh Malpiana/”KB”)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here