Proyek DPUTR Kota Cilegon Tumpang Tindih

CILEGON, (KB).- Proyek betonisasi dan pembangunan gorong-gorong di Kawasan Temu Putih yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon dinilai tumpang tindih. Masalah tersebut mendapat sorotan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, Syihabudin Syibli. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut memberikan pernyataan pedas terkait kegiatan tersebut.

“Pada betonisasi, saya lihat perencanaannya kacau, pekerjaannya juga ngawur. Gara-gara dua hal ini bermasalah, hasil pekerjaannya pun tidak jelas. Itu baru betonisasinya loh,” katanya saat ditemui di Temu Putih, Kamis (25/10/2018). Ia kecewa dengan Dinas PUTR Kota Cilegon.

Masalahnya, tutur dia, bisa dilihat dari hasil pekerjaan betonisasi yang banyak dikeluhkan masyarakat setempat. Ia menambahkan, perencanaan kegiatan betonisasi dan pembangunan gorong-gorong yang kini baru dimulai, diduga tumpang tindih. Ia menyoroti, pembuatan bagian ujung jalan beton yang dibuat sangat curam. Karena, kemiringan ujung jalan beton yang tidak landai, membuat bagian depan mobil yang melintas mentok dan rusak.

“Itu ujung jalan beton dekat perlintasan kereta api, kok dibuat tinggi bukannya miring. Jadinya bemper mobil setelah melintas rel, mentok ke ujung jalan beton,” ujarnya.

Ia menuturkan, pemasangan gorong-gorong yang kini sedang dikerjakan, juga penuh masalah. Dimulai dari rencana penggusuran lahan warga, yang dilakukan tanpa sosialisasi terlebih dahulu. Ia punya madrasah, namanya Al-Itihadiyah. Saat proyek jalan betonisasi dilakukan, bagian depan madrasah sudah kena gusur. Saat mau bangun gorong-gorong, katanya mau digusur lagi satu meter. Sudah begitu, lahan yang digusur katanya diikhlaskan saja. “Saya jawab saja begini, silakan Anda gusur. Tapi, urusannya rusuh dengan saya,” ucapnya.

Menurut dia, kalimat yang tidak enak juga sempat dilontarkan para petugas Dinas PUTR Kota Cilegon kepada para pemilik rumah dan toko di sepanjang jalan. Karena, menimbulkan keresahan, akhirnya rencana penggusuran lahan dirapatkan di Kantor Kelurahan Ciwaduk. “Hasil dari rapat itu, penggusuran dibatalkan,” katanya.

Ia menilai, perencanaan pembangunan gorong-gorong tumpang tindih dengan proyek betonisasi jalan. Selain pembebasan lahan yang hampir saja dilakukan dua kali, Jalan H Umar yang baru saja dibeton juga akan dibongkar kembali, untuk kepentingan pembangunan gorong-gorong. “Jalan yang baru saja dibeton, kok mau dibongkar lagi. Kalau memang mau dibuat gorong-gorong, jangan dibeton dulu dong. Ini kan menghambur-hamburkan anggaran,” ujarnya.

Sementara itu, warga Temu Putih, Abdul Hamid menyesalkan pengerukan tanah untuk gorong-gorong yang dilakukan asal-asalan. Ia menuturkan, pengerukan yang dilakukan menggunakan ekskavator, merusak bagian depan tokonya. “Lantai bagian depan toko saya rusak. Kalau seperti ini, minta pertanggungjawaban kepada siapa saya,” ucapnya.

Terkait hal tersebut, Sekretaris Dinas PUTR Kota Cilegon, Muhamad Ridwan mengatakan, akan memanggil sejumlah pihak. Ia akan melakukan survei hasil pekerjaan betonisasi dan pelaksanaan pembangunan gorong-gorong. “Informasi ini akan saya sampaikan kepada bidang teknis. Saya juga nanti akan survei,” tuturnya saat ditemui di Kantor Dinas PUTR Kota Cilegon. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here