Rabu, 20 Februari 2019
Breaking News
Pengendara melewati proyek betonisasi jalan yang belum rampung di Kampung Tinggal, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (19/12/2018).

Proyek Betonisasi Jalan Raya Petir Telan Korban

SERANG, (KB).- Proyek betonisasi Jalan Raya Petir menyisakan pekerjaan yang belum tuntas, salah satunya di Kampung Tinggar, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Curug, Kota Serang. Di lokasi tersebut, sepanjang 30 meter jalan belum selesai dibetonisasi. Belum tuntasnya proyek tersebut, membuat penguna jalan sering terjebak dan pengendara sepeda motor sering mengalami kecelakaan saat melintas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kabar Banten, sejumlah pengendara motor mengalami kecelakaan dan menjadi korban saat melintas di lokasi tersebut. Bahkan pada Minggu (2/12/2018), seorang wanita asal Pandeglang, meninggal dunia usai mengalami kecelakaan saat berkendara dari arah Curug menuju Petir.

Pantauan Kabar Banten, ada beberapa titik yang belum tuntas pada proyek betonisasi Jalan Raya Petir dari Lampu Merah Boru hingga ke Kampung Tinggar, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Curug, Kota Serang. Namun di lokasi terakhir, proyek tersebut masih terbengkalai karena ada sekitar 30 meter jalan yang belum selesai dibetonisasi. Akibatnya, terdapat perbedaan ketinggian jalan sekitar 30 centimeter karena belum dikerjakan secara tuntas. Ironisnya tidak ada rambu peringatan yang terpasang, kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah pengendara terutama sepeda motor sering terjebak dan mengalami kecelakaan fatal.

Belum tuntasnya pembangunan proyek jalan ini membuat warga setempat khawatir. Warga sering melihat para pengendara motor terjatuh saat melintas di jalan tersebut. Kondisi ini makin diperparah jika sudah memasuki malam hari. Jalan menjadi gelap gulita karena tidak adanya fasilitas penerangan di lokasi tersebut.

“Banyak yang kecelakaan, mas. Apalagi yang bawa motor. Soalnya, dari arah Boru, dia kira jalan ini bagus terus. Tahunya, di sini (menunjukan lokasi gundukan jalan) tinggi jalannya beda. Jadi pada kaget kalau yang baru lewat mah,” kata Fauzi, warga setempat, Rabu (19/12/2018).

Ia mengatakan, pernah melihat dua orang yang mengendarai sepeda motor mengalami kecelakaan di lokasi itu. Bahkan, seorang perempuan yang dibonceng, harus meregang nyawa karena kepalanya terbentur badan jalan.

“Waktu itu kejadiannya sekitar pukul 1 dini hari. Dari dalam rumah saya dengar ada suara benturan yang keras dan saya keluar rumah, saya lihat ada kecelakaan. Saat itu kondisi jalannya sepi. Saya langsung panggil tetangga, korbannya kita bawa ke puskesmas. Tapi dia enggak ketolong,” ujar Fauzi.

Fauzi dan warga lainnya berharap agar pemerintah setempat segera merampungkan proyek betonisasi jalan tersebut. Sebab, mereka khawatir jika terus dibiarkan, akan timbul korban lain yang diakibatkan oleh kondisi jalan yang belum selesai dibangun.

“Kami juga sudah sering melaporkan kejadian ini kepada pihak yang mengerjakan betonisasi jalan tersebut. Tapi enggak pernah digubris. Biasanya, kecelakaan di sini pas malam hingga subuh. Soalnya kan gelap, lampu penerangan jalan juga belum ada,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Banten Hadi Soeryadi memastikan akan memberikan tindakan tegas kepada pihak kontraktor jika terdapat kesalahan atas proyek pengerjaan betonisasi jalan tersebut. Bahkan, Hadi tak segan untuk memutus kontrak jika memang kesalahannya juga berat.

“Saya baru dapat laporan seminggu yang lalu dari masyarakat. Saya sudah intruksikan kepada PPTK untuk mengecek dan memanggil kontraktor, kemudian melihat kondisinya seperti apa. Saya juga memerintahkan agar menemui pihak keluarga yang mengalami kecelakaan. Tentu kita akan tindak secara tegas kalau terdapat kesalahan,” kata Hadi. (Rifat Alhamidi/KO)*


Sekilas Info

Wahidin Halim Usulkan Tiga Calon Sekda Banten

SERANG, (KB).- Gubernur Banten Wahidin Halim memastikan seleksi terbuka Jabatan Tinggi Pratama (JPT) Madya Sekda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *