Kamis, 15 November 2018

Proyek Betonisasi Bermasalah

CILEGON, (KB).- Proyek pembuatan jalan beton di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Jombang, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon dikeluhkan warga setempat. Masalahnya, mereka melihat tidak ada aktivitas di lokasi pekerjaan betonisasi sepekan terakhir. Hal tersebut mengakibatkan arus lalu lintas di jalan yang menghubungkan jalur protokol dan Perumahan Blok F semrawut.

Seorang warga, Safrudin (35) mengatakan, selama sepekan terakhir baru satu lajur saja yang telah diselesaikan oleh pelaksana proyek. Namun entah kenapa, satu lajur lagi tidak dilanjutkan, sehingga jalur padat kendaraan tersebut sering dilanda kemacetan parah.

“Ini kan jalur padat, paling banyak dilalui kendaraan dari Blok F ke jalur protokol. Gara-gara pekerjaannya tidak dilanjutkan, jadinya macet parah,” katanya, Senin (20/8/2018).

Menurut dia, kemacetan terparah terjadi di pertigaan dekat perlintasan kereta api. Karena, jalur ke kiri maupun ke kanan di pertigaan tersebut, betonisasi baru diselsaikan satu lajur. “Macetnya tiap hari kadang sampai satu jam. Kalau ada kereta bahaya, karena kendaraan sampai ke perlintasan,” ujarnya.

Bahkan, tutur dia, tidak sedikit kendaraan roda dua dan roda empat yang bocor akibat terkena kawat beton yang ada di sisi badan jalan. Kondisi tersebut membuat warga menjadi resah. “Sudah berapa ban motor dan mobil yang kena kawat beton. Makanya, kami jadi miris, kok pekerjaannya tidak dilanjutkan,” ucapnya.

Ia menduga, jika tidak dilanjutkannya pekerjaan betonisasi, sebab pekerja proyek belum menerima upah dari perusahaan pelaksana proyek. Sebab, sempat terjadi insiden pemukulan yang dilakukan pekerja terhadap mandornya, karena persoalan upah.

“Beberapa hari yang lalu mandornya dipukulin sama yang kerja. Ia didatangi ke kontrakannya, katanya belum digaji, makanya kerjaannya belum jalan lagi,” ujarnya.

Ia berharap, agar Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon segera mengambil tindakan. Khususnya mendorong, agar pelaksana proyek melanjutkan pekerjaan betonisasi jalan tersebut. “Kalau bisa, tegur perusahaannya, jangan dibiarkan mangkrak seperti ini,” ucapnya.

Sayangnya, pihak Dinas PUTR Kota Cilegon tidak ada yang bisa diminta keterangan. Sekretaris Dinas PUTR Kota Cilegon, M Ridwan saat dihubungi melalui pesan singkat tidak memberikan jawaban. (AH)*


Sekilas Info

Target PAD Kota Cilegon 2019, Pemkot dan DPRD Beda Persepsi

CILEGON, (KB).- Rapat gabungan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Cilegon 2019 telah selesai, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *