Protes Pencemaran, Mapala Kibarkan Merah Putih Di Ciujung

SERANG, (KB).- Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) se-Provinsi Banten melaksanakan upacara bendera peringatan HUT ke-74 RI di bantaran Sungai Ciujung, tepatnya di Desa Wali kukun, Kecamatan Carenang, Sabtu (17/8/2019). Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes atas tercemarnya aliran sungai tersebut.

Para pecinta alam tersebut dengan dibantu warga sekitar mengibarkan bendera sepanjang 13 meter dan lebar 6 meter. Selain itu, warga juga memasang spanduk berisi kritikan terhadap pemerintah terkait tercemarnya sungai tersebut.

Perwakilan Mahasiswa peduli lingkungan Jajang mengatakan, dipilihnya sungai Ciujung untuk melakukan upacara karena sungai tersebut sangat dibutuhkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Diantaranya untuk mandi cuci kakus hingga mengairi sawah.

Namun sayang, walau sebegitu pentingnya fungsi sungai tersebut, tapi selama ini dibiarkan tercemar. Dimana pencemaran itu ditandai dengan menghitamnya air dan menimbulkan bau menyengat. “Khususnya pas musim kemarau,” ujarnya.

Warga Desa Wali kukun, Kecamatan Carenang Sakinah berharap, upacara ini bisa menggugah jiwa semua pihak agar bisa menjaga lingkungan.

Kemudian ia berharap agar pemerintah daerah bisa tegas mengatasi pencemaran tersebut. “Pemerintah harus tegas mengatasi pencemaran yang terjadi tiap tahun di Ciujung,” ucapnya. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here