Proses Lelang Infrastruktur Mandek

SERANG, (KB).- Proses lelang proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten belum menunjukkan progres yang signifikan atau mandek. Sampai dengan pertengahan Maret 2018, baru dua paket pekerjaan yang
sudah dilelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Banten.

Berdasarkan informasi dari laman lpse.bantenprov.go.id, baru dua paket pekerjaan infrastruktur yang dilelang yakni Belanja Konstruksi Peningkatan Jalan Provinsi Ruas Jalan Lopang – Banten Lama senilai Rp 7,12 miliar dan Pemeliharaan Jalan KP3B senilai Rp 3,94 miliar. Sedangkan sisanya, lelang proyek didominasi jasa konsultasi badan usaha yang senilai ratusan juta rupiah.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Adpem) Setda Banten, Mahdani mengatakan, sampai saat ini Unit Layanan Pengadaan (ULP) Banten menerima 273 paket pekerjaan. Dari jumlah tersebut, 41 di antaranya sudah selesai lelang. Sementara 232 paket lainnya masih dalam proses. “(Pekerjaan) fisik ada dua yang sudah ada pemenangnya, yaitu pembangunan asrama Badan Diklat (sekarang BPSDM), sama satu lagi saya tidak hafal,” kata Mahdani, Senin (19/3/2018).

Ia menjelaskan, saat ini sebagian proyek fisik sedang dikaji ulang oleh kelompok kerja (pokja) ULP dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Kaji ulang tersebut, kata dia, sebagai salah satu prosedur sebelum paket ditayangkan di ULP. “Memang sebelum lelang itu kan harus kaji ulang. Jangan sampai misalnya ada yang tidak lengkap, jadi kita periksa ulang,” tuturnya.

Ia menuturkan, kaji ulang dilakukan untuk mengkroscek kembali paket pekerjaan yang notabene membutuhkan waktu lama dan menelan biaya besar.”Ini untuk yang proyek konstruksi, kalau yang kecil-kecil enggak. Supaya final dulu dari dinas, setelah itu masuk ULP baru tayang. Misalnya proyek fisik waktunya 150 hari itu dipastikan dulu, sudah final belum. Jangan sampai nanti tertulisnya 150 hari tapi pelaksanaannya enggak selesai,” ujar mantan Kepala Biro Ekonomi Pembangunan ini.

Selain itu, kaji ulang dilakukan untuk menghindari anggapan adanya ‘permainan’ di ULP. “Kalau udah tayang kan enggak bisa ada perubahan lagi. Nanti kalau ada perubahan-perubahan, dikira ULP ada apa lagi kan. Jadi sekarang bertahap oleh pokja diberi pertimbangan-pertimbangan nanti teknisnya dinas yang mengubahnya,” ucapnya.

Ia berharap, seluruh OPD secara kooperatif mengejar target hingga akhir Maret nanti. “Akhir Maret sesuai arahan Pak Gubernur. Insya Allah di dinas cepat-cepat. Pada 2018 ini, sudah ada sekitar 6.000 lebih paket pekerjaan yang ditayangkan di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP).  Namun, untuk pekerjaan yang dilelang berkisar di angka 600 paket setiap tahunnya.”Tapi harus dicek lagi, karena siapa tahu masih ada dinas yang belum menayangkan di SIRUP. Kalau untuk lelang di ULP rata-rata per tahun hampir 600 paket. Tahun ini kemungkinan berkurang karena hotel (paketfullboard) kan berkurang banget, hanya kegiatan-kegiatan tertentu. Kalau dulu kan banyak,” ujarnya.

Dievaluasi

Terpisah, Sekretaris Komisi IV Bidang Pembangunan, Najib Hamas mengatakan, Februari kemarin Komisi IV sudah menggelar rapat koordinasi dengan mitra komisi yang salah satunya membahas tentang pekerjaan konstruksi. “Terkait evaluasi lelang pekerjaan fisik, kami sudah rakor bulan lalu. Intinya Komisi IV mengharapkan agar OPD segera mengirim daftar pekerjaan yang akan dilelang ke ULP supaya segera bisa diproses lelangnya,” ujar politisi PKS ini, kemarin.

Terutama, kata dia, proyek-proyek fisik yang besar harus disegerakan. Hal tersebut agar tidak lagi terjadi gagal lelang. “Jangan sampai kayak tahun kemarin ada infrastruktur yang nilainya Rp 1,6 triliun gagal. Begitu mau dilelang lagi sudah tidak cukup lagi waktunya. Diharapkan tidak ada kejadian gagal lelang karena kendala teknis di OPD,” tuturnya. Dia meminta Kepala ULP bekerja optimal agar seluruh kegiatan fisik bisa segera dilelang dan pembangunannya nanti bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Proses lelang memang membutuhkan waktu cukup lumayan. Oleh karena itu, ke depan proses ini harus lebih awal lagi,” ucapnya. (RI)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here