Promosi Degradasi Pelatda Jangka Panjang, 20 Atlet Jalani Tes Fisik 

SERANG, (KB).- Sebanyak dua puluh atlet binaan Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Banten menjalani tes fisik di GOR KONI Banten, Selasa (27/2/2018). Tes tersebut dilakukan sebagai bentuk syarat untuk dapat mengikuti program Pelatda Jangka Panjang (PJP) KONI Banten. Diketahui, program PJP tersebut dilakukan sebagai bentuk persiapan, menjelang keikutsertaan Banten pada event Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Papua. 20 atlet yang menjalani program tes fisik tersebut, merupakan atlet yang telah menjalani program promosi dan degradasi.

20 atlet tersebut berasal dari 8 cabor, yakni muaythai, gulat, layar, sepeda, wushu, menembak, woodball, dan karate. Mereka menjalani tes fisik setelah terlebih dahulu memenuhi syarat administrasi dan prestasi. “Syarat administrasi tentu saja keabsahan mereka selaku atlet Banten sedang untuk prestasi dilengkapi dengan bukti-bukti prestasi mereka di level nasional maupun internasional,” kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Banten, Henky S Bremer.

Ia mengatakan, tes fisik adalah bagian dari pencarian informasi Binpres terhadap atlet, dikaitkan dengan prestasi calon atlet penghuni PJP. Ia mencontohkan, seorang juara tingkat nasional pastinya memiliki kemampuan fisik yang prima dan itu akan terlihat dari hasil tes fisik. “Jadi, tes fisik ini juga jadi acuan kami untuk memutuskan layak atau tidaknya atlet promosi ke program PJP,” ujarnya. Terkait waktu keputusan penetapan atlet promosi PJP, dia menyebutkan, akan ditetapkan dalam sepekan ini. “Penetapannya Insya Allah sudah dalam bentuk SK (surat keputusan) PJP,” ucapnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, untuk atlet PJP yang terdegradasi akan dikembalikan pembinaanya kepada pengprov yang bersangkutan. Namun demikian, atlet yang terdegradasi, lanjut dia, tidak otomatis terhadang untuk kembali promosi ke program PJP. “Jika prestasinya dinilai meningkat dan mengalahkan prestasi atlet yang di dalam program PJP, dia berhak promosi. Kesempatan tersebut terbuka saat promosi dan degradasi akhir tahun nanti. Ini kami lakukan, karena PJP adalah program jangka panjang untuk memilih atlet terbaik di Banten,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Banten, Rumiah Kartoredjo memberi dukungan penuh atas pelaksanaan promosi dan degradasi yang dilakukan dalam program PJP. Program tersebut diharapkan mantan Kapolda Banten tersebut bisa meningkatkan kemampuan dan kualitas atlet dalam bersaing di babak kualifikasi PON maupun saat PON 2020 nanti. “Semangat kompetisi harus tumbuh di antara atlet Banten yang tujuannya, adalah agar atlet Banten selalu bersiap dan berusaha maksimal meningkatkan kemampuan. Ujungnya tentu saja peningkatan prestasi di PON 2020,” katanya. (YA)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here