Prolisdes di Banjarsari Diduga Bermasalah

LEBAK, (KB).- Pelaksanaan Program listrik perdesaan (Prolisdes) tahun 2019 di Desa Kaduhauk, Kecamatan Banjarsari diduga bermasalah. Sebab, hingga kini warga penerima manfaat banyak yang belum menerima manfaat dari program tersebut.

Menurut informasi, saat ini terdapat sejumlah kiloWhatt jam (kWh) yang terpasang di rumah warga penerima manfaat yang dibongkar kembali oleh pihak PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Itu diduga karena KWh tersebut terpasang bukan di rumah warga yang tidak tercatat sebagai penerima manfaat.

Pembongkaran kWh menyusul adanya salah seorang warga yang tercatat sebagai penerima manfaat di Kampung/Desa Kadu Hauk, Kecamatan Banjarsari berinisial ES yang hingga saat ini belum menikmati program tersebut alias kWh-nya belum juga terpasang.

”Sesuai data, ES tercatat sebagai salah satu penerima Prolisdes. Namun kenyataannya hingga sekarang, ES belum juga menikmati bantuan yang dikucurkan secara gratis itu oleh pemerintah,” ujar salah seorang warga, Rusmana, Senin (1/6/2020).

Menurut dia, kejadian yang dialami ES diduga akibat adanya permainan oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaat program yang dikucurkan oleh pemerintah kepada masyarakat. Bahkan, hal itu diduga bukan hanya dialami ES.

“Masih ada sejumlah warga yang namanya tercatat sebagai penerima Prolisdes, tapi kWh-nya belum juga terpasang,” katanya.

Ia menegaskan, dengan dalih apapun pihak vendor PT PLN dan Dinas ESDM Provinsi Banten harus bertanggung jawab atas masalah Prolisdes tahun 2019 yang pada tahun 2020 ini masih menyisakan masalah.

”Alasan apa, kalau memang secara prosedur ES tidak layak. Maka, dengan dalih apapun kenapa hingga sekarang ES masih tercatat di PT PLN sebagai penerima program. Yang saya tahu Kampung/Desa Kaduhauk Kecamatan Banjarsari masuk ke ULP Pandeglang,” tuturnya.

Sementara, pihak PT PLN ULP Pandeglang Cepi, membenarkan adanya salah seorang pelanggan merupakan penerima Prolisdes tahun 2019 belum terpasang dengan dalih karena jarak.

”Sudah terpasang semua, hanya satu pelanggan yang jauh jaraknya dari tiang sejauh 350 meter. Datanya sudah kita kirim ke Polsek Banjarsari,” katanya.

Ditanya soal adanya dugaan permainan oknum yang diduga mengalihkan kWh kepada warga yang tidak tercatat sebagai penerima bantuan, ia tidak memberikan tanggapan. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here