Program Transmigrasi, Disnakertrans Lebak Berangkatkan Enam KK ke Aceh

Maman Suparman, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak.*

LEBAK, (KB).- Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans), segera memberangkatkan enam Kepala Keluarga (KK) yang berdomisili di Kabupaten Lebak untuk mengikuti program transmigrasi ke Kabupaten Simeuleu, Provinsi Aceh.

Kepala Disnakertrans Lebak Maman SP mengatakan, setiap tahunnya pemkab Lebak selalu ditawarkan untuk program transmigrasi keberbagai pulau yang ada di Indonesia, dan setiap tahun pula Lebak mengirimkan sesuai Kuota yang diberikan pemerintah pusat.

“Kuota transmigrasi yang diberikan pusat untuk Lebak pada tahun 2019 ini hanya untuk enam KK saja yang akan ditempatkan ke Kabupaten Simeuleu, Provinsi Aceh dan akan diberangkatkan sekitar 15 Desember 2019 nanti,” kata Maman SP, saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (5/12/2019).

Menurutnya, animo masyarakat Lebak untuk transmigrasi sebetulnya sangat besar. Namun, karena program transmigrasi ini masih banyak yang belum memahaminya. Maka yang mengikuti transmigrasi ini mayoritas yang ditawarkan oleh desa atau pihak kecamatan setempat. 

“Berbeda dengan daerah-daerah lain yang mendaftar untuk ikut transmigrasi ngantri, bahkan harus ada yang bayar segala. Tapi, melalui sosialisasi melalui radio dan kecamatan yang dibantu petugas dilapangan hasilnya sudah mulai terlihat, dengan ada yang mendaftar sendiri ke Disnakertrans,” ujarnya.

Sekretaris Disnakertrans Lebak, Octavianto menambahkan, program transmigrasi ini sudah berjalan sejak tahun 2003 dan sampai tahun 2018 sebanyak 259 KK, terdiri dari 1013 jiwa telah ikut transmigrasi keberbagai daerah atau provinsi luar pulau jawa. 

“Kalau tidak ada halangan, ke enam KK tersebut akan diberangkatkan pada bulan Desember ini dan mereka sudah dibekali berbagai keterampilan mengenai berkebun,” ungkapnya.

Dikatakan, adapun persyaratan yang harus ditempuh bagi warga yang hendak ikut program transmigrasi diantaranya memiliki badan sehat, sudah berkeluarga, maksimal umur 50 tahun dan bisa atau siap mengolah lahan yang tadinya tidak produktif menjadi produktif. Karena, dalam program transmigrasi ini warga akan mendapatkan tiga sertifikat, yakni sertifikat rumah dengan tipe 36 (rumah panggung) dengan lahan seluas 2500 meter persegi, terdiri dari lahan usaha dan lahan kedua yang merupakan lahan milik pemerintah yang dikelola masing-masing KK.

“Agar tidak kesulitan dengan adaptasi didaerah barunya tersebut, pemerintah juga telah memberikan bantuan jaminan hidup selama 12 bulan. Namun, sebelum mereka diberangkatkan, selama satu pekan akan mengikuti berbagai pelatihan dan bimbingan dari pemerintah provinsi Banten sebagai bekal nanti di tempatnya yang baru,” pungkasnya. (Lugay)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here