Program SLRT Tekan Kemiskinan

PANDEGLANG, (KB).- Inspektur Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos RI Afrizon Tanjung mengatakan, warga miskin dan rentan miskin sangat membutuhkan layanan Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) dan Puskesos yang berkualitas secara komprehensif dan prima. Sebab, program SLRT dan Puskesos merupakan solusi dan upaya menurunkan angka kemiskinan.

Program tersebut juga menciptakan ketepatan sasaran penerima manfaat, kemandirian masyarakat, meningkatkan mutu pelayanan publik, komplementaritas program.

“SLRT dan Puskesos dapat menjadi sarana bagi pemerintah pusat dan daerah, untuk memperoleh target-target tersebut. Dengan hadirnya SLRT dan Puskesos, masyarakat miskin dan rentan miskin akan lebih mudah mengakses berbagai program dalam rangka memenuhi kebutuhannya,” kata Afrizon, saat Bintek Peningkatan Kapasitas Penyelenggara Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) dan Puskesos di salah satu hotel di Pandeglang, Rabu (16/10/2019).

Ia menjelaskan, dengan hadirnya SLRT dan Puskesos, masyarakat tidak perlu mendatangi OPD atau dinas terkait untuk memenuhi kebutuhannya yang belum tentu berada pada area yang sama atau berdekatan, tetapi cukup mendatangi ke SLRT.

“Selain itu, manfaat bagi pemerintah daerah dapat mengintegrasikan, turut mendukung layanan antar OPD yang secara teknis pelaksanaan SLRT dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Ia mengatakan, pada tahun 2019 Kementerian Sosial mengembangkan SLRT dan Puskesos di 20 kabupaten/kota pada 12 Provinsi seluruh Indonesia. Dengan terpilihnya Pandeglang diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat luas.

“Regulasi yang berkaitan dengan SLRT dan Puskesos telah ditetapkan melalui Permensos Nomor 15 Tahun 2018 tentang Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu untuk penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu,” ujarnya.

Sementara itu, ditetapkannya sebagai lokasi SLRT, Bupati Pandeglang Irna Narulita berharap bisa membantu mempermudah apa yang menjadi permasalahan di masyarakat.

“Jika selama ini mereka kesulitan salah satunya mendapatkan pemerataan program sosial, bisa dibantu oleh para fasilitator yang ditunjuk untuk mengakomodasi keluhan masyarakat,” ucapnya.

Menurut Irna, dengan hadirnya program tersebut, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menanggulangi masalah sosial di masyarakat.

“Kami sangat bersyukur Kemensos menetapkan Pandeglang sebagai lokasi SLRT dan Puskesos. Untuk keberlanjutannya kami akan dukung melalui APBD, karena saat ini anggaran tersedot untuk Pilkada jadi kami akan cari solusinya,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang Teni Herlina mengatakan mekanisme program SLRT dan Puskesos dari Kemensos. Dia mengatakan, secara aturan kesekretariatan SLRT ada di Dinsos, namun untuk Puskesos nya ada di dua desa yang masyarakat miskinnya cukup banyak. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here