Program Sister School, Siswa Matthayom Thailand Belajar di Kota Serang

Siswa Matthayom Watnairong School Thailand berfoto bersama Yayasan Pendidikan Informatika Kota serang beserta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, dalam kegiatan sister school program, di halaman SMK Informatika Kota serang, Senin (4/11/2019).*

SERANG, (KB).- Delapan siswa Matthayom Watnairong School Thailand belajar di SMK Informatika Kota Serang, selama lima hari yakni 2-6 November 2019. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Sister School.

Kepala SMK Informatika Kota Serang Anizir Ali Murad mengatakan, awalnya terjalin kerja sama tersebut berawal dari pertemuan di Sukabumi yakni dalam kegiatan konferensi pelajar di Asia Tenggara. Program pertama yakni mencari satu keunggulan sekolah dalam bahasa Inggris, kemudian hingga mendapatkan satu sekolah yakni Matthayom Watnairong School pada 2017.

”Pada 2018 kami bersama 7 siswa berkunjung ke sana untuk melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan program pertukaran pelajar, guru dan budaya, bahasa dan seni. Pada 2019, mereka datang untuk belajar di SMA Informatika dan SMP Informatika dan pada 2020 kami akan belajar ke Thailand,” kata Anizir kepada Kabar Banten.

Ia menjelaskan, siswa Matthayom inginnya banyak untuk belajar di Kota Serang. Namun karena keterbatasan, sehingga hanya 8 siswa yang datang. Dari 8 siswa tersebut, 3 di antaranya merupakan siswa junior high school dan senior high school dan dua orang pendamping guru.

”Mereka tidak hanya akan belajar di sekolah, tetapi juga akan mengunjungi di Universitas Serang Raya (Unsera). Kegiatan mereka juga cukup banyak yakni mencari informasi sebanyak mungkin. Salah satunya diajak mengelilingi Banten, Tangerang dan Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, Teacher of Matthayom Pollapat Sonqsiri berharap, sekolah yang sudah melakukan penandatanganan MoU berarti sekolah tersebut sudah terbaik. Ada dua ciri khas dari dua sekolah yakni dapat memberikan informasi tentang dunia komputer juga dapat belajar tentang budaya di Thailand.

”Pertukaran pelajar dan guru bukan hanya pada pribadi saja, melainkan kepada sekolah untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang komputer. Kalau di dalam negeri saja sudah biasa, namun bagaimana belajar di luar negeri yakni dalam mengembangkan teknologi komputer tidak hanya bekerja sama di sekolah saja tetapi di perguruan tinggi. Kami akan mencari informasi sebanyak-banyaknya,” tuturnya. (DE/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here